Prabowo Ngamuk: Saya Pun Ingin Disogok!

Author Image

Hadi Wibawa

6 Oktober 2026, 17:25 WIB

JAKARTA – Melalui laporan redaksibengkulu.co.id, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras terkait fenomena korupsi dan praktik suap yang masih menjamur di tubuh birokrasi Indonesia. Dalam sebuah kesempatan resmi, Presiden mengungkapkan bahwa praktik lancung ini telah merusak tatanan institusi negara selama berpuluh-puluh tahun dan menyasar berbagai level pejabat, mulai dari tingkat menteri hingga dirinya sendiri.

"Kita melihat selama puluhan tahun institusi kita dirusak. Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri atau dirjen, saya pun mau disogok! Dalam dua tahun terakhir, berkali-kali saya mendapatkan upaya sogokan," tegas Prabowo dengan nada bicara yang penuh penekanan.

Prabowo Ngamuk: Saya Pun Ingin Disogok!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara oleh Satgas PKH di Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026). Ia menyoroti bahwa setiap upaya pemerintah untuk menertibkan aparatur negara—baik dalam pemberantasan korupsi, penyelundupan, hingga peredaran narkotika—selalu mendapat perlawanan sengit dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati hasil kecurangan.

Prabowo secara gamblang menyebut bahwa perlawanan tersebut datang dari pihak-pihak yang selama ini merampok kekayaan negara. Ia bahkan mengaku menerima laporan bahwa petugas di lapangan sering kali mendapatkan ancaman dan intimidasi dari kelompok-kelompok tersebut saat menjalankan tugas.

Menanggapi hal ini, Presiden memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pemerintahannya. Ia menegaskan tidak akan gentar menghadapi tekanan apa pun, termasuk serangan opini di media sosial maupun mobilisasi massa yang dibiayai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka mainkan algoritma, mereka serang kita di media sosial, atau mereka membiayai demonstrasi, kita tidak akan gentar! Kita bersama rakyat! Kita siap mati untuk rakyat!" serunya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Prabowo memberikan ultimatum kepada para pejabat yang tidak sejalan dengan prinsip integritas. Ia mempersilakan siapa pun yang tidak ingin berjalan di jalur yang benar untuk mundur dari jabatannya secara baik-baik.

Di akhir pernyataannya, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada para abdi negara yang tetap teguh memegang sumpah jabatan dan menjaga integritas. Ia menyatakan komitmennya untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat kecil, mereka yang tidak memiliki suara, serta mereka yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari.

Related Post