BUVA Kejar Rp 1,54 T, MGLV & PSSI Ekspansi!

Author Image

Hadi Wibawa

7 Oktober 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan Selasa (6/10). Indeks melonjak 1,21% ke level 6.192,93, yang didorong oleh performa gemilang saham BYAN yang melesat 9,80%, serta penguatan signifikan pada AMMN dan MORA. Meski demikian, arus modal asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp597,49 miliar di pasar reguler.

Di tengah dinamika pasar, sejumlah emiten mencuri perhatian publik melalui rencana aksi korporasi dan ekspansi bisnis yang masif.

BUVA Kejar Rp 1,54 T, MGLV & PSSI Ekspansi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

BUVA Siapkan Suntikan Dana Triliunan Rupiah
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) resmi mendapatkan lampu hijau dari OJK untuk melaksanakan rights issue atau PMHMETD II. Melalui aksi ini, BUVA berencana menerbitkan 6,15 miliar saham baru dengan rasio 4:1 dan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu meraup dana segar hingga Rp1,54 triliun.

Dana jumbo tersebut telah dipetakan untuk berbagai kebutuhan vital. Sebanyak Rp426,34 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan West Resort Uluwatu, sementara Rp417,80 miliar digunakan untuk mempercepat pelunasan utang ke Bank Mandiri. Selain itu, BUVA juga menyiapkan dana untuk pembangunan Uluwatu Estate, renovasi Alila Ubud, hingga pengembangan Bintan Land. Bagi investor yang tidak mengambil haknya, terdapat potensi dilusi kepemilikan hingga 20%.

MGLV Agresif Bangun Infrastruktur Data Center
Sektor teknologi juga diwarnai langkah berani PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Melalui anak usahanya, MGLV tengah melakukan ekspansi besar-besaran pada kapasitas pusat data (data center).

Melalui Nextier Askara Center (NAC), perusahaan menambah kapasitas di Jababeka, Cikarang, menjadi 42 MW. Sementara itu, Nextier GenAi Center (NGC) tengah mengembangkan fasilitas di KEK Industropolis Batang dengan target kapasitas 60 MW. Untuk mendukung ambisi ini, MGLV memberikan jaminan korporasi atas fasilitas pinjaman dari BNI dengan total nilai mencapai Rp10,75 triliun. Target akhirnya, MGLV ingin mengelola kapasitas total sebesar 102 MW.

PSSI Perkuat Armada Laut
Tak ketinggalan, PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) melakukan penguatan armada guna mendukung bisnis pengangkutan dry bulk. Perusahaan menambah enam unit kapal baru yang terdiri dari dua tugboat dan empat barge dengan kapasitas di atas 10.000 ton.

Dengan penambahan ini, total armada yang dikelola PSSI kini mencapai 47 unit per akhir September 2026. Selain fokus pada pengangkutan batu bara, PSSI juga mulai melirik peluang di segmen liquid bulk sebagai strategi diversifikasi pendapatan perusahaan di masa depan.


Disclaimer: Analisis dan informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan informatif, bukan merupakan perintah atau ajakan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Related Post