REAL & WIFI Siap Ekspansi Besar!

Author Image

Hadi Wibawa

8 Oktober 2026, 08:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kondisi pasar modal Indonesia terpantau bergerak fluktuatif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (7/10). Indeks ditutup melemah 0,75% ke level 6.146,72. Meskipun demikian, terdapat beberapa emiten yang menunjukkan performa positif di tengah tekanan pasar, seperti BBRI, TLKM, dan SMMA. Sebaliknya, arus modal asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp871,36 miliar di seluruh pasar.

Di tengah dinamika pasar tersebut, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) secara mengejutkan mengumumkan rencana diversifikasi bisnisnya. Melalui anak usaha, Repower Global Sinergitama (RGST), perseroan telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Quanta Tunas Abadi (HIGEN) pada 6 Oktober 2026. Langkah strategis ini menandai ambisi REAL untuk merambah sektor infrastruktur digital, khususnya pada bisnis data center dan managed service.

REAL & WIFI Siap Ekspansi Besar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Keputusan REAL untuk melirik sektor ini didasari oleh potensi pasar penyimpanan data nasional yang sangat menjanjikan. Diproyeksikan tumbuh rata-rata 13,80% per tahun, nilai pasar data center di Indonesia diperkirakan akan melonjak hingga USD 1,95 miliar pada tahun 2031. Meski saat ini masih dalam tahap penjajakan awal, langkah ini menjadi sinyal kuat bagi REAL untuk memperluas cakupan bisnis di luar sektor properti.

Sementara itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terus tancap gas dalam memperkuat infrastruktur digitalnya. Perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp7 triliun untuk tahun 2026. Fokus utama dari suntikan dana jumbo ini adalah perluasan jaringan fixed broadband melalui layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-home (FTTH).

Hingga semester pertama 2026, WIFI telah mengantongi 2,35 juta pelanggan dan menargetkan angka tersebut menembus 3,50 juta pelanggan pada akhir tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan berencana menambah ribuan unit radio dan modem guna memperluas jangkauan layanan. Selain itu, sekitar Rp1 triliun dialokasikan khusus untuk pengembangan jaringan FTTH melalui anak usahanya, Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

Tak ketinggalan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga memberikan kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Berdasarkan pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp2,02 triliun pada semester I 2026, AMRT memutuskan untuk membagikan dividen tunai interim sebesar Rp14,50 per saham. Total dana yang akan dibayarkan mencapai Rp595,83 miliar.

Bagi investor yang tertarik, tanggal cum date untuk mendapatkan dividen ini ditetapkan pada 13 Oktober 2026, dengan jadwal pembayaran pada 27 Oktober 2026. Kenaikan kinerja AMRT ini mencerminkan ketahanan bisnis ritam modern di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan instruksi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham tertentu.

Related Post