Harga Kedelai Melejit, Nasib Perajin Tahu!

Author Image

Hadi Wibawa

9 Oktober 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Melansir laporan dari redaksibengkulu.co.id, lonjakan harga bahan baku kedelai kini tengah menjadi beban berat bagi para pelaku usaha mikro, khususnya perajin tahu. Harga kedelai yang meroket hingga menyentuh angka Rp13.200 per kilogram mulai menggerus margin keuntungan para produsen di lapangan.

Kondisi ini terpantau di salah satu pusat produksi tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Meski dihantam kenaikan harga bahan baku yang signifikan, aktivitas produksi di pabrik milik Pak Heri terpantau tetap berjalan normal. Para pekerja terlihat sibuk melakukan proses perendaman kedelai sebagai langkah awal pengolahan.

Harga Kedelai Melejit, Nasib Perajin Tahu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Proses produksi tidak berhenti pada perendaman saja. Setelah direndam, kedelai kemudian masuk ke tahap penggilingan sebelum akhirnya disaring untuk mendapatkan sari kedelai murni. Menariknya, meski biaya produksi membengkak, kapasitas produksi di pabrik ini masih mampu mempertahankan angka sekitar 5 hingga 6 kuintal per hari.

Dari hasil olahan tersebut, perajin menghasilkan berbagai varian produk, mulai dari tahu potong konvensional hingga tahu bulat yang populer di masyarakat. Seluruh produk tersebut harus melewati tahap perebusan yang teliti sebelum akhirnya dikemas dan siap didistribusikan ke pasar.

Namun, di balik ketahanan produksi tersebut, tersimpan dilema ekonomi yang nyata. Hingga saat ini, para perajin memilih untuk tidak menaikkan harga jual tahu di tingkat konsumen. Tahu masih dipasarkan dengan harga kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per papan.

Keputusan untuk mempertahankan harga jual ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat, meskipun konsekuensinya para perajin harus rela menerima keuntungan yang semakin menipis. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan usaha tahu tradisional di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Related Post