Gebrakan Prabowo: 11 Proyek Baru Rp 180 T!

Author Image

Hadi Wibawa

10 Oktober 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Melansir laporan redaksibengkulu.co.id, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menggebrak sektor industri nasional dengan meluncurkan 11 proyek hilirisasi bernilai fantastis, yakni mencapai Rp 180 triliun. Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan momen bersejarah pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) dari kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 8 Oktober 2026.

Langkah strategis ini menandai transformasi besar di kawasan Weda Bay. Rantai industri kini tidak lagi hanya terpaku pada pengolahan nikel mentah, melainkan telah merambah ke produksi material baterai, baterai kendaraan listrik, aluminium, hingga manufaktur alat berat berbasis listrik dan komponen energi terbarukan.

Gebrakan Prabowo: 11 Proyek Baru Rp 180 T!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberlanjutan program hilirisasi adalah kunci utama untuk mendongkrak nilai tambah kekayaan alam Indonesia di pasar global. "Hari ini kita meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus meresmikan 11 proyek hilirisasi. Empat proyek sudah masuk tahap komersialisasi, sementara tujuh lainnya mulai memulai pembangunan di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)," tegas Prabowo dalam keterangan resminya.

Dari total 11 proyek tersebut, empat perusahaan telah memasuki fase komersialisasi, di antaranya:

  1. PT Blue Sparking Energy (Material baterai EV)
  2. PT REPT Battero Energy Indonesia (Produksi baterai EV)
  3. PT Pioneer Aluminium Industries (Produksi aluminium elektrolitik)
  4. PT XCMG Indonesia Manufacturing (Produksi alat berat listrik)

Sementara itu, tujuh proyek lainnya yang tengah dalam tahap pembangunan meliputi produksi material baterai, separator, elektrolit, pembangunan smelter aluminium, fasilitas peleburan, manufaktur truk listrik, hingga produksi kaca fotovoltaik untuk panel surya.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyebutkan bahwa ekspansi industri ini akan memberikan efek domino ekonomi yang masif. Selain meningkatkan kebutuhan barang dan jasa, proyek-proyek ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 13.950 tenaga kerja baru.

"Saat ini, ekosistem Weda Bay telah menampung lebih dari 100.000 karyawan. Pengembangan ini bukan sekadar menambah fasilitas, melainkan memperluas peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia," pungkas Kevin.

Related Post