Trump Copot Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Anjlok!

Author Image

Hadi Wibawa

10 Oktober 2026, 17:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Langkah mengejutkan diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan mencabut sementara sanksi terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) asal Rusia. Kebijakan ini diambil menyusul kesepakatan dengan Moskow untuk memasok solar ke pasar global guna menekan lonjakan harga energi yang kian mencekik.

Keputusan ini merupakan respons terhadap harga solar dunia yang sempat menyentuh rekor tertinggi, yang berdampak langsung pada sektor pertanian, pemanas rumah, hingga biaya transportasi logistik. Bagi Trump, stabilitas harga energi menjadi krusial, terutama dalam menghadapi risiko politik menjelang pemilihan Kongres pada 3 November mendatang.

Trump Copot Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Anjlok!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melansir laporan Reuters, pengumuman ini langsung memberikan dampak pada penurunan harga solar di pasar. Trump mengklaim bahwa hasil pembicaraan intensifnya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, membuahkan hasil positif. Rusia berkomitmen untuk segera menyalurkan lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar Amerika Serikat dan dunia, atau setara dengan 2,25 juta barel bahan bakar.

Sebagai gambaran, angka tersebut sangat signifikan mengingat kapasitas ekspor solar AS sendiri berada di kisaran 1,5 juta barel per hari. Menanggapi hal ini, utusan Putin, Kirill Dmitriev, memberikan apresiasi terhadap kerja sama yang terjalin antara Washington dan Moskow melalui platform media sosial X.

Namun, kebijakan ini memicu kontroversi hebat. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Amerika Serikat memberlakukan sanksi ketat terhadap perusahaan minyak Rusia sebagai bentuk tekanan atas konflik di Ukraina. Pencabutan sanksi ini dikhawatirkan dapat mengalirkan dana miliaran dolar ke kas Rusia yang berpotensi memperpanjang durasi perang.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengecam keras langkah diplomasi ini. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk kelemahan dari negara-negara sekutu. Melalui unggahan di platform X, Zelenskiy memperingatkan bahwa pemberian "hadiah" kepada Putin tidak akan mendatangkan perdamaian, melainkan justru memicu aksi teror lebih lanjut dari pihak Rusia.

Meski menuai kritik, Departemen Keuangan AS telah menerbitkan izin resmi yang memungkinkan impor solar Rusia berlangsung hingga 7 April mendatang. Trump juga menjanjikan adanya tambahan pasokan sebesar 500.000 ton pada November, yang kemudian akan diikuti oleh 1 juta ton tambahan setelahnya, tergantung pada kondisi operasional kilang-kilang Rusia yang sempat terdampak serangan udara Ukraina.

Related Post