Harga Garam Anjlok, Petani Takalar Merana!

Author Image

Hadi Wibawa

14 Oktober 2026, 02:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa fenomena panen raya yang melimpah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, justru membawa kabar buruk bagi para petani garam setempat. Alih-alih meraup keuntungan besar, melimpahnya stok akibat musim kemarau yang ideal justru memicu anjloknya harga jual garam di tingkat produsen secara drastis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga garam yang sebelumnya stabil di angka Rp150 ribu per karung kini merosot tajam hingga menyentuh angka Rp45 ribu saja untuk ukuran 50 kilogram. Penurunan harga yang sangat signifikan ini membuat para petani terhimpit di tengah kondisi produksi yang sedang mencapai puncak.

Harga Garam Anjlok, Petani Takalar Merana!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kondisi ini terjadi karena tingginya pasokan garam di pasar saat musim kemarau berlangsung. Tanpa adanya manajemen stok yang baik, para petani terpaksa menjual hasil bumi mereka dengan harga rendah agar tidak rusak atau menumpuk terlalu lama di area produksi.

Menyikapi situasi sulit ini, para petani di Takalar sangat mengharapkan adanya intervensi dari pemerintah, terutama terkait penyediaan fasilitas gudang penyimpanan. Keberadaan gudang yang memadai dinilai menjadi solusi krusial agar petani dapat menyimpan hasil panen mereka dengan aman.

Dengan adanya gudang penyimpanan, petani diharapkan mampu melakukan strategi penjualan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar pasokan garam di pasar tetap terjaga dan harga jual di tingkat petani tidak terus merosot tajam saat musim panen raya tiba.

Related Post