Redaksibengkulu.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap menyambut gelombang baru emiten baru. Saat ini, tercatat sebanyak sembilan perusahaan telah masuk dalam daftar antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di lantai bursa.
Berdasarkan data resmi yang dirilis BEI, kesembilan calon emiten tersebut memiliki klasifikasi aset yang bervariasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan tergolong skala aset kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, lima perusahaan berada pada rentang aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan tiga lainnya merupakan perusahaan dengan skala aset besar di atas Rp250 miliar.

Jika menilik sektor industrinya, para calon emiten ini akan memperkuat berbagai lini bisnis. Tercatat ada empat perusahaan dari sektor kesehatan (healthcare), dua perusahaan dari sektor bahan baku (basic materials), dua perusahaan dari sektor energi, serta satu perusahaan dari sektor keuangan.
Also Read
"Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," demikian bunyi laporan resmi BEI pada Sabtu (7/11/2026).
Sebelumnya, BEI juga telah mencatatkan tujuh perusahaan baru yang sukses melantai di bursa dengan total perolehan dana mencapai Rp2,16 triliun. Secara keseluruhan, dalam periode berjalan, BEI mencatat aktivitas emisi yang sangat masif, yakni sebanyak 156 emisi dari 67 penerbit Efek Beragun Aset (EBUS) dengan total dana yang dihimpun menyentuh angka Rp157,73 triliun.
Selain sembilan perusahaan yang sedang mengantre, terdapat pula 29 emisi lainnya dari 19 penerbit EBUS yang saat ini masih berada dalam tahap persiapan atau pipeline. Fenomena ini menunjukkan antusiasme korporasi yang tetap tinggi untuk mencari pendanaan melalui pasar modal.




