Langsung ke isi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disklaimer
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Kontak

Redaksi Bengkulu

  • Pemerintah
  • Terkini

Empat Bulan Terbaring Kian Hari Kulit Arinya Mengelupas Hingga Sekantong Plastik

BerandaDAERAHRahmat, Bocah Pengidap Penyakit Kulit EritrodermaEmpat Bulan Terbaring, Kian Hari Kulit Arinya…
  • DAERAH
  • HEADLINE
  • SOSIAL
  • MASYARAKAT
  • REJANG LEBONG

Rahmat, Bocah Pengidap Penyakit Kulit EritrodermaEmpat Bulan Terbaring, Kian Hari Kulit Arinya Mengelupas Hingga Sekantong Plastik

November 29, 2017
0
381
Facebook

Twitter

WhatsApp

LINE

    Rahmat, Bocah Pengidap Penyakit Kulit Eritroderma. (Foto : ist)

    Rahmat yang terbaring lemas didampingi neneknya. (Foto : Muhamad Anton/RedAksiBengkulu)

    RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Di Jalan Musa Gang Masjid Jamik Satari Kelurahan Talang Rimbo Baru Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, ada bocah bernama Rahmat Juliansyah. Bocah berusia 9 tahun ini sejak 4 bulan terakhir didiagnosa oleh Rumah Sakit Umum M. Yunus (RSMY) Bengkulu mengidap penyakit Eritroderma.

    Mengutip Alodokter.com, dr Nadia Nurotul Fuadah sebagai Interactive Medical Advisor menjelaskan, Eritroderma adalah kelainan kulit yang ditandai adanya eritema (kemerahan) menyeluruh yang mencakup 90% permukaan tubuh, berlangsung dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Penyebab Eritroderma adalah alergi obat secara sistemik. Misalnya arsenic organic, emas, merkuri, penisilin, barbiturate, sulfonamide, anti malaria, sefalosforin, aspirin, kodein, yodium, isoniazid dan captoprit. Penyebab lain yaitu perluasan penyakit kulit, penyakit sistemik misal karena kanker paru-paru dan indiopatik yang hingga saat ini belum dikatahui penyebabnya.

    Gejala yang ditimbulkan dari Eritroderma bervariasi. Awalnya kulit pada area kemaluan, alat gerak, atau kepala akan memerah kemudian meluas ke bagian tubuh lain. Setelah 2 – 6 hari akan muncul skuama (kulit yang mengelupas) mulai dari daerah lipatan tubuh dan meluas ke area lainnya. Selain itu, dapat pula ditemui perubahan kuku (rapuh), kebotakan, ruam kulit berwarna keputihan atau kehitaman, kulit terasa kering, kedinginan, menggigil, serta edema (pembengkakan) wajah dan leher semua gejala ini terjadi karena adanya peningkatan epidermis (lapisan kulit terluar) sehingga kulit menjadi tipis, banyak panas, cairan dan protein yang hilang dari tubuh akan mengkonpensasikannya dengan cara meningkatkan laju metabolisme, meningkatkan kerja jantung.

    Saat RedAksiBengkulu.co.id mendatangi kediamannya, Rahmat hanya bisa terbaring di ruangan rumahnya sembari menonton televisi. Sejak sakit, Rahmat yang tadinya duduk di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) GUPPI Curup ini kembali berkeinginan sekolah lagi. Tapi apa daya kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk dia sekolah.

    “Iya om, Rahmat mau sekolah lagi. Belajar lagi dan main sama teman-teman,” tutur Rahmat lirih.

    Ibu Rahmat, Fatmawati (38), menuturkan, kondisi anaknya itu mulai diketahuinya pada Juli 2017. Mulanya tubuh Rahmat merasa gatal dan timbul bintik-bintik kecil dan lama kelamaan bernanah. Kondisi tubuhnya pun ikut berpengaruh yang mana pada saat gatal bercampur panas Rahmat mengeluh merasa kedinginan.

    “Dari kecil Rahmat sehat-sehat saja. Tapi mulai terasa sakit kurang lebih jalan 5 bulan ini kalau pas kambuh seperti orang kedinginan. Walaupun cuaca panas tapi badan Rahmat menggigil seperti orang demam,” katanya.

    Selain itu, kian hari, kulit ari Rahmat kian mengelupas. Berat badannya juga kian menyusut ditambah lagi rambutnya terus rontok. Setiap hari juga sang ibu membersihkan kulit ari dan rambut Rahmat. Bahkan setelah dikumpulkan, kulit ari dan rambut itu sudah se kantong plastik (kresek/asoy).

    Upaya pengobatan sudah dilakukan Fatmawati. Diantaranya berobat ke klinik, dokter umum bahkan rumah sakit. Tapi perubahan positif terhadap Rahmat belum terlihat. Malah kondisi Rahmat kian parah karena dibuktikan dengan mengelupasnya kulit hampir di sekujur tubuh Rahmat.

    Oktober 2017 lalu, lanjut Fatmawati, setelah rembukan keluarga, diputuskanlah untuk membawa Rahmat ke RSUD Curup. Tapi di sana Rahmat hanya menjalani perawatan selama 3 hari. Selanjutnya Rahmat dirujuk ke RSMY Bengkulu.

    “Di RSMY Bengkulu selama 15 hari, Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta. Tapi karena tak ada biaya, kami putuskan untuk membawa Rahmat pulang ke rumah lagi. Itu makanya sampai kini Rahmat cuma menjalani rawat jalan dan memakan obat dari RSMY Bengkulu. Mestinya kini kami harus kontrol lagi. Tapi biayanya gak ada”, tambah Fatmawati.

    Rahmat berobat memang menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hanya saja, lanjut Fatmawati, untuk biaya operasional serta obat-obatan lainnya diluar tanggungan fasilitas kesehatan itu, Fatmawati bersama suaminya Robert (49) mengalami kendala. Sedangkan uang hasil pencarian suaminya yang hanya sebagai buruh bongkar pasang tenda itu jelas tak mencukupi. Sementara Fatmawati sendiri juga tidak bekerja atau membantu suaminya mencari nafkah.

    “Kalau bapaknya Rahmat sedang tidak ada upahan pasang tenda, dia mencari buah pokat untuk dijual ke pasar. Itu juga untungnya cuma cukup makan sehari-hari. Kalau saya sendiri tidak bekerja karena harus fokus mengurus Rahmat di rumah,” tuturnya lagi.

    Rahmat sendiri anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak-kakaknya sekolah di SMP dan SD. Keluarga ini tinggal di kontrakan yang sebulannya mereka harus bayar sewa Rp 250.000.

    Sulitnya kondisi ekonomi mereka membuat mereka kesulitan mengobati Rahmat. Satu sisi Fatmawati berharap ada perhatian dari pemerintah, namun ia pun mengaku kebingungan harus mulai dari mana?

    “Kalau harus membawa Rahmat berobat ke Bengkulu atau Jakarta, terus terang kami tak punya uang”, imbuhnya lirih.

    Terpisah, dikatakan Ruwaidah, Wali Kelas Rahmat di MIS GUPPI Jalan Cokro Kelurahan Talang Rimbo Baru Kecamatan Curup Tengah mengatakan, Rahmat sosok murid yang sangat sopan, rajin dan aktif bersosialisasi terhadap teman-temannya.

    “Kami memberikan kompensasi untuk tidak sekolah kepada Rahmat karena kami tahu betul kondisi dia saat ini. Sesekali kami membezuk Rahmat memberikan semangat dan motivasi supaya dia tetap kuat”, kata Ruwaidah.

    Ditambahkannya, sebagai wali kelas, ia berharap Rahmat bisa sekolah lagi seperti sediakala. Rahmat masih terdaftar sebagai murid di MIS GUPPI meski sudah masuk 5 bulan ini tidak sekolah.

    Di sisi lain, tips untuk mencegah penyakit ini menurut Alodokter.com melalui dr Nadia Nurotul Fuadah, Interactive Medical Advisor, yaitu dengan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi dan berimbang tinggi protein dan kalori. Perbanyak asupan cairan, jaga kebersihan diri dan lingkungan, patuhi prosedur pengobatan yang dokter sarankan dan menghindari obat apapun tanpa pengawasan dokter.

     

     

     

     

     

     

    Laporan : Muhamad Anton

    Comments

    comments

    • LABEL
    • Bocah Pengidap Penyakit Kulit
    • Curup Tengah
    • Eritroderma.
    • Fatmawati
    • Gang Masjid Jamik Satari
    • GUPPI Curup
    • Kartu Indonesia Sehat (KIS)
    • Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS)
    • Rahmat
    • Rahmat Juliansyah
    • Robert
    • RSMY Bengkulu
    • RSUD Curup
    • Talang Rimbo Baru
    Facebook

    Twitter

    WhatsApp

    LINE

      Berita sebelumyaIndomaret Mengaku Fair Soal Pajak, Pemkab Kepahiang Mengaku Kesulitan Komunikasi
      Berita berikutnyaTerdeteksi Adanya Siklon Tropis Cempaka, Sepekan Ini BMKG Imbau Waspada
      RedAksiBengkulu.co.id

      BERITA TERKAITDARI PENULIS

      DAERAH

      Albert, Bocah Autis Curup – Bengkulu Yang Sejak Lahir Belum Pernah Ada Penanganannya

      LEAVE A REPLY Batal balasan

      Please enter your comment!
      Please enter your name here
      You have entered an incorrect email address!
      Please enter your email address here


      This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

      Berita Terbaru

      • (Haruskah) Pulau Tikus Ganti Nama ?
        November 11, 2018
      • Yayasan PUPA Bengkulu Gandeng Mentoring Reses Partisipatif
        November 7, 2018
      • Komunitas Ini Kenalkan dan Ajak Generasi Milenial Lestarikan Puspa dan Satwa
        November 7, 2018
      • Bupati Lebong Serahkan Permohonan Pengakuan Hutan Adat ke Menteri LHK
        November 6, 2018
      • Wujudkan Pembangunan yang Bertanggungjawab, Kabupaten/Kota Perlu DRD
        Oktober 29, 2018
      • November, Pendakian Bukit Kaba Untuk Umum Ditutup Sementara
        Oktober 29, 2018
      • Akan Diawasi dan Dilaporkan Jika Realisasinya Tak Sesuai RKA
        Oktober 18, 2018
      • Jumlah DPT Kabupaten Rejang Lebong Berubah ?
        Oktober 11, 2018
      • Masyarakat Sipil Tagih Utang Sejarah IMF-World Bank
        Oktober 9, 2018

      Berita Terpopuler

      • Ditilang, Perhatikan Kode BRIVA dan Mintalah Bukti Lembar Warna Biru. Jika Tidak Akan Seperti Ini…
        1.771 views | posted on Juni 5, 2017
      • (Haruskah) Pulau Tikus Ganti Nama ?
        135 views | posted on November 11, 2018
      • Sudah Tahu Alat Peraga Pembelajaran Matematika Abad 21 ? Inilah Alat Itu…
        135 views | posted on Oktober 14, 2017
      • May Day, Ketimpangan Antara Pemilik Modal dengan Buruh Akan Terus ‘Berlabuh’ Jika …..
        109 views | posted on Mei 1, 2017
      • Dari Kardus Bekas, Guru SD Ini Menerima Penghargaan Tingkat Nasional
        94 views | posted on September 19, 2017
      • CEK ! Daftar Calon Tetap (DCT) Bacaleg DPRD Rejang Lebong
        84 views | posted on September 20, 2018
      • Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Yang Harus Diperhatikan Pemerintah
        55 views | posted on Mei 8, 2018
      • PERHATIAN !! Ini Aturan Baru Jika Ingin Mendaki TWA Bukit Kaba di Rejang Lebong – Bengkulu
        52 views | posted on Januari 5, 2018
      • Unji, ‘Si Cantik’ Banyak Khasiat dan Manfaat Yang Tumbuh di TNKS Rejang Lebong. Tapi Sayangnya….
        49 views | posted on Februari 12, 2018
      • Pembangunan Tol Bengkulu – Lubuklinggau, 27 Kilometer Diantaranya Lintasi Rejang Lebong
        38 views | posted on September 6, 2018

      Tentang KamiKontakPrivacyPedoman MediaRedaksiDisklaimer

      © 2026 Redaksibengkulu.co.id

      Network

      BantenBandungJakartaMedanPalembangKalimatan
      LombokTangerangBekasiSurabayaNTB