Marah Besar! Negara-negara Ini Masih "Mesra" dengan Minyak Murah Rusia?

Marah Besar! Negara-negara Ini Masih "Mesra" dengan Minyak Murah Rusia?

Redaksibengkulu.co.id – Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan pada negara-negara yang masih membeli minyak murah dari Rusia memanas. Langkah ini, menurut laporan CNBC, merupakan bagian dari upaya Trump untuk memaksa Rusia mengakhiri invasi ke Ukraina dalam waktu 50 hari. Jika Moskow tak bergeming, negara-negara tersebut akan dikenai tarif tambahan hingga 100%!

Siapa saja yang masih bergantung pada minyak diskon Rusia? Data Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menyebut India dan China sebagai importir terbesar. Uni Eropa dan Turki menyusul di posisi ketiga dan keempat. Daftar negara lain yang masih menikmati minyak murah Rusia pun panjang: Myanmar, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Pakistan, Suriah, Ghana, Kuba, Brasil, Uni Emirat Arab (UEA), Venezuela, hingga Sri Lanka.

Marah Besar! Negara-negara Ini Masih "Mesra" dengan Minyak Murah Rusia?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

India, misalnya, mendapat sanksi tarif 25% dari Trump atas pembelian minyak mentah Rusia. Meskipun lebih rendah dari ancaman awal 100%, total tarif impor India kini mencapai 50%. Sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia (posisi ketiga dengan impor 4,58 barel per hari menurut OPEC 2023), India mengimpor sekitar 1,7 juta barel per hari dari Rusia (data Kpler). Penerapan tarif ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global.

COLLABMEDIANET

China, importir minyak mentah terbesar dunia (10,19 juta barel per hari menurut OPEC 2023), juga menjadi sorotan. Sekitar 13,5% impor minyak mentah China berasal dari Rusia (data Vortexa), atau sekitar 2 juta barel per hari (data Customs China dan IEA sepanjang 2024). Meskipun AS telah mengenakan tarif 30% pada China (setelah sebelumnya mencapai 145%), ancaman kenaikan tarif tambahan masih membayangi.

Uni Eropa, yang impor minyak mentahnya dari Rusia mencapai 6% (data CREA, Desember 2022-Juni 2025), menurut data Kpler, sebenarnya telah menghentikan impor sejak konflik Ukraina. Namun, Uni Eropa tetap menjadi importir bahan bakar fosil Rusia terbesar keempat (10%, EUR 1,47 miliar).

Turki, importir minyak mentah Rusia keempat (6%, data CREA, Desember 2022-Juni 2025), masih mengimpor 401 ribu barel per hari dari Rusia (data Kpler, Juli 2025). Impor bahan bakar fosil Turki dari Rusia mencapai 16% (EUR 2,3 miliar) dari total pendapatan ekspor lima importir terbesar.

Ancaman tarif Trump ini berpotensi memicu gejolak harga minyak dan berdampak signifikan pada perekonomian global, serta menimbulkan tantangan politik bagi Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu Kongres AS.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar