Pertamina Guncang Pasar! 3 Anak Usaha Resmi Bersatu!
Redaksibengkulu.co.id melaporkan, PT Pertamina (Persero) telah secara resmi menyatukan tiga entitas anak usahanya dalam sebuah langkah strategis. Konsolidasi besar ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), dengan PPN ditunjuk sebagai entitas yang menerima penggabungan. Proses monumental ini sebenarnya telah rampung sejak 1 Februari 2026.
Keputusan merger ini bukan tanpa dasar. Pertamina menegaskan bahwa penyatuan ketiga perusahaan ini merupakan hasil dari evaluasi komprehensif dan mendalam, termasuk studi banding (benchmarking) terhadap praktik terbaik dari perusahaan minyak sejenis di kancah global.

Related Post
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa konsolidasi ini dirancang untuk membentuk sebuah ekosistem bisnis yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Integrasi ini akan menyatukan seluruh mata rantai, mulai dari proses pengolahan bahan bakar di fasilitas kilang, penyaluran energi ke setiap sudut Nusantara, hingga strategi pemasaran produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Dengan terintegrasinya secara penuh rantai pasok di sektor hilir, Pertamina berkomitmen untuk menjamin empat pilar utama: Availability (ketersediaan energi yang lebih terjamin), Accessibility (jangkauan hingga ke pelosok negeri), Acceptability (produk yang ramah lingkungan dan sesuai kebutuhan), serta Affordability (harga yang kompetitif). Lebih jauh lagi, langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon, menegaskan komitmen perusahaan terhadap Sustainability.
Simon Aloysius Mantiri menambahkan, dalam menghadapi dinamika geopolitik global, urgensi transisi energi, serta sengitnya kompetisi internasional, Indonesia memerlukan Pertamina yang adaptif, tangguh, dan terpadu. "Ketika seluruh elemen, mulai dari operasional kilang, jaringan distribusi, logistik, hingga strategi pemasaran, bekerja sebagai satu kesatuan sistem, kita akan mampu mengeliminasi duplikasi, mempercepat pelayanan, serta menghadirkan pasokan energi yang stabil dan terpercaya dari Sabang hingga Merauke," tegas Simon dalam rilis pers yang diterima Redaksibengkulu.co.id pada Rabu (4/2/2026).
Melalui pembentukan Subholding Downstream ini, Pertamina secara spesifik menargetkan transformasi signifikan dalam seluruh lini bisnisnya, terutama yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.
Simon Mantiri juga memastikan bahwa proses integrasi ini tidak akan mengganggu kelancaran pelayanan bagi masyarakat, mitra bisnis, maupun para pekerja. Sebaliknya, langkah ini justru bertujuan untuk menjamin ketersediaan energi yang lebih andal melalui penguatan kolaborasi antar divisi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan generasi mendatang, sejalan dengan semangat "Energizing Indonesia".









Tinggalkan komentar