Redaksibengkulu.co.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan strategis dengan lima tokoh konglomerat nasional di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor. Audiensi yang berlangsung pada Selasa malam (10/2) tersebut fokus pada upaya kolaboratif untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi negara.
Sejumlah nama besar di dunia bisnis tercatat hadir dalam pertemuan eksklusif tersebut. Mereka adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, dan Sugianto Kusuma alias Aguan dari Agung Sedayu Group. Pertemuan intensif ini dilaporkan berlangsung selama lebih dari 4,5 jam, dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir sekitar 23.30 WIB, sebagaimana diinformasikan melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Rabu (11/2).

Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo secara tegas menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektor. Ia memperkenalkan dan menekankan semangat "Indonesia Incorporated", sebuah filosofi yang menyerukan sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat daya saing nasional dan mempercepat laju pembangunan ekonomi bangsa.
Also Read
Menanggapi seruan tersebut, para pengusaha menyatakan dukungan penuh dan komitmen solid mereka terhadap visi dan misi pemerintah. Mereka siap berpartisipasi aktif dalam sektor-sektor strategis, meliputi pemenuhan gizi masyarakat, pengembangan pendidikan dan perguruan tinggi, peningkatan layanan kesehatan, penyediaan rumah subsidi, pemberdayaan koperasi dan kampung nelayan, serta penguatan kedaulatan pangan dan energi.
Tak hanya itu, Prabowo juga secara khusus mengajak para pengusaha untuk berkolaborasi dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Penekanan diberikan pada sektor riil, dengan tujuan mendorong pengembangan industri nasional serta memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penting perekonomian.




