Terkuak! RI Incar ‘Luberan’ Logistik Raksasa Asia Tenggara

Redaksibengkulu.co.id mengabarkan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tengah menggeber pengembangan ambisius pelabuhan transhipment di Dumai, Riau. Langkah strategis ini ditempuh untuk mengoptimalkan potensi besar lalu lintas kargo di Selat Malaka yang selama ini didominasi oleh dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih sebatas "tujuan akhir" (end destination) dalam arus logistik global. Kondisi ini, menurutnya, telah menyebabkan daya saing Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara di sekitar Selat Malaka.

COLLABMEDIANET

"Selama ini kita menjadi end destination. Jadi transhipment lebih seperti hub. Nah di mana channeling kita, untuk kita salah cuma hanya lima. Nah ini yang membuat kita cuma menjadi negara tujuan akhir dan kita kalah sama Singapura," jelas Muchtasyar, menegaskan urgensi perubahan paradigma.

Muchtasyar menambahkan, pemilihan Dumai bukan tanpa alasan. Lokasinya yang strategis di perairan Selat Malaka memberikan keuntungan geografis yang signifikan. Pelindo melihat adanya peluang emas dari fenomena kelebihan kapasitas (overloading) yang kerap terjadi di pelabuhan-pelabuhan utama Selat Malaka, seperti Tanjung Pelepas dan Port Klang.

"Ini menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan Dumai sebagai pelabuhan transhipment. Jadi kita nggak akan perang merebut pasarnya Singapura atau Malaysia, kita nunggu luberannya saja, overloaded-nya saja," papar Muchtasyar dengan lugas. Strategi ini menekankan pendekatan yang tidak konfrontatif, melainkan memanfaatkan celah pasar yang ada.

Lebih dari sekadar aspek bisnis dan ekonomi, pengembangan Dumai sebagai hub transhipment juga memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Muchtasyar menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi geopolitik dan upaya penguatan ketahanan nasional.

"Itu akan sudah menjadi suatu hal yang baik, juga untuk strategi geopolitik kita, ketahanan negara, bahwa kita menunjukkan bahwa kita negara berdaulat dari pelabuhan ini," pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya proyek ini sebagai simbol kedaulatan maritim Indonesia. Dengan demikian, proyek pelabuhan transhipment Dumai diharapkan tidak hanya mendongkrak perekonomian nasional melalui efisiensi logistik, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah regional dan global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar