Redaksibengkulu.co.id mengabarkan, sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan limbah telah diperkenalkan kepada publik di Bali. Pada Jumat, 30 Januari 2026, di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, teknologi pirolisis dipamerkan sebagai solusi revolusioner yang mampu menyulap sampah plastik menjadi sumber energi alternatif, bahkan setara dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan bensin.
Proses inovatif ini, dikenal sebagai pirolisis, bekerja dengan memanaskan material plastik pada suhu sangat tinggi dalam kondisi minim oksigen atau tanpa oksigen sama sekali. Kondisi ekstrem ini memungkinkan sampah plastik terurai secara termal menjadi komponen yang lebih sederhana, menghasilkan minyak dan gas. Pengunjung di GWK terlihat antusias mengamati berbagai produk hasil olahan, termasuk perhiasan yang terbuat dari sampah kaca dan residu karbon hitam, menunjukkan potensi ekonomi yang luas dari teknologi ini.
Minyak yang dihasilkan dari proses ini memiliki kualitas setara dengan solar dan bensin, menjadikannya bahan bakar alternatif yang sangat menjanjikan. Tak hanya itu, residu karbon hitam dan sampah kaca juga dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi, seperti perhiasan yang turut dipamerkan. Ini bukan hanya solusi energi, melainkan juga strategi cerdas untuk mengurangi volume sampah plastik yang selama ini menjadi momok lingkungan.

Related Post
Pemanfaatan teknologi pirolisis ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: sebagai sumber energi terbarukan dan sebagai metode pengelolaan sampah plastik yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Dengan potensi mengurangi tumpukan sampah plastik yang kian menggunung di berbagai daerah, inovasi ini menawarkan harapan baru bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Redaksibengkulu.co.id melihat potensi besar teknologi pirolisis untuk diadopsi lebih luas, mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berharga.









Tinggalkan komentar