Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, baru-baru ini membuka suara mengenai strategi investasi perusahaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bukan sekadar mencari keuntungan semata, keputusan Danantara untuk aktif di pasar modal ternyata memiliki misi yang lebih besar: penciptaan lapangan kerja dan pengembangan bisnis.
Pandu menjelaskan bahwa likuiditas pasar modal menjadi faktor krusial dalam setiap keputusan investasi Danantara. Menurutnya, jika pasar domestik kurang likuid, bukan tidak mungkin Danantara akan mempertimbangkan opsi investasi di luar negeri. "Sebagai investor, kami sangat memperhatikan kondisi pasar. Jika pasar semakin tidak likuid, kapasitas kami untuk berinvestasi dalam jumlah besar akan terbatas, dan kami mungkin harus melirik pasar internasional," ujar Pandu melalui unggahan Instagram resminya, @pandusjahrir, pada Senin (9/2/2026). Ia menegaskan, investasi di pasar modal merupakan bagian integral dari alokasi aset strategis perusahaan, yang bertujuan utama untuk menjaga likuiditas demi mendukung penciptaan tenaga kerja dan pengembangan bisnis.
Lebih lanjut, Pandu memandang pasar modal bukan hanya sebagai sarana investasi, melainkan juga sebagai ‘tempat parkir’ dana Danantara yang strategis. Sembari mencari peluang investasi jangka panjang, dana tersebut dapat ditempatkan di pasar modal domestik yang menjanjikan imbal hasil. "Sambil kami mencari kesepakatan investasi yang lebih besar, kami tentu harus menempatkan dana di suatu tempat. Pasar modal kita adalah salah satu pilihan utama, karena pada akhirnya, mandat utama kami adalah menghasilkan keuntungan," terangnya.

Related Post
Ia juga menggarisbawahi dampak positif investasi di pasar modal terhadap penciptaan lapangan kerja. Menurut Pandu, semakin aktif pasar modal dengan banyaknya perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan masuknya investor baru, akan semakin banyak pula lapangan kerja yang tercipta. "Pada akhirnya, pasar modal yang semakin dalam dan menarik minat banyak investor serta perusahaan untuk IPO, secara langsung akan melahirkan tenaga kerja-tenaga kerja baru," jelasnya. Kondisi pasar modal yang sehat juga diyakini akan menciptakan iklim investasi domestik yang lebih kondusif dan menarik.
Redaksibengkulu.co.id mencatat, BPI Danantara telah menunjukkan aktivitas pembelian saham yang signifikan di pasar modal Indonesia pada Senin (2/2/2026). Saat itu, Pandu mengungkapkan bahwa fokus pembelian mereka adalah saham-saham dengan valuasi yang sangat menarik. Ia menjelaskan bahwa keputusan investasi tersebut tidak hanya didasarkan pada likuiditas, tetapi juga pada fundamental perusahaan yang kuat. "Kami di Danantara telah aktif di pasar hari ini, membeli saham-saham yang kami nilai memiliki valuasi menarik, perusahaan yang solid dengan arus kas yang baik, serta fundamental dan likuiditas yang prima," tutur Pandu kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, pada tanggal tersebut.







Tinggalkan komentar