"Harta Karun Dunia" di Mamuju: Indonesia Siap Guncang Pasar Logam Langka!

"Harta Karun Dunia" di Mamuju: Indonesia Siap Guncang Pasar Logam Langka!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan kabar menggembirakan dari sektor pertambangan nasional. Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), BUMN anyar bentukan Danantara, bersiap meluncurkan proyek percontohan (pilot project) hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju, Sulawesi Barat. Proyek ini digadang-gadang sebagai langkah strategis Indonesia dalam mengelola "harta karun energi" yang sangat diincar dunia.

Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa inisiatif proyek percontohan ini akan berjalan seiring dengan penyelesaian aspek administratif. Rekomendasi terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk Perminas telah diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Ini adalah salah satu langkah yang akan segera kita realisasikan dalam waktu dekat, yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth di Mamuju," tegas Brian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR pada Senin (9/2/2026).

"Harta Karun Dunia" di Mamuju: Indonesia Siap Guncang Pasar Logam Langka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Brian menjelaskan, Perminas berencana membangun dua fasilitas hilir (downstreaming) sebagai model percontohan. Teknologi yang akan diterapkan merupakan hasil riset dan pengembangan yang telah dilakukan di berbagai perguruan tinggi dalam negeri. Tujuan utamanya adalah melakukan pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang, mengubah bahan baku mentah (ore) menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti mixed rare earth atau elemen-elemen rare earth spesifik.

COLLABMEDIANET

Kebutuhan akan teknologi mandiri ini muncul mengingat sejumlah negara yang telah menguasai teknologi pengolahan logam tanah jarang cenderung enggan menjalin kerja sama strategis. "Kami berupaya mengadaptasi teknologi yang telah dikembangkan di kampus-kampus untuk mengekstraksi atau mengubah mineral ore yang mengandung logam tanah jarang menjadi mixed rare earth oxide," papar Brian, menyoroti pentingnya kemandirian teknologi.

Lebih lanjut, Brian menambahkan bahwa Perminas membuka lebar peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan mitra lainnya, untuk mengembangkan industri hilir yang lebih komprehensif. Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan logam tanah jarang di kancah global sangat bergantung pada kemampuan suatu negara dalam menarik investasi dan membangun industri hilir di dalam negeri. "Diharapkan, kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah pemain strategis dalam industri mineral rare earth ini, sekaligus menarik minat negara lain untuk berinvestasi bersama dalam mendirikan industri-industri hilir," pungkasnya, menegaskan visi Indonesia sebagai kekuatan baru di pasar global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar