Heboh! APBN Rp 16,7 T untuk Gaza, Ini Kata Purbaya!

Heboh! APBN Rp 16,7 T untuk Gaza, Ini Kata Purbaya!

Redaksibengkulu.co.id – Isu mengenai potensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 16,7 triliun untuk iuran Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tengah menjadi sorotan publik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa dana negara berpotensi dialokasikan untuk kontribusi sukarela Indonesia dalam upaya rekonstruksi Gaza, Palestina. Pernyataan ini muncul setelah Indonesia resmi bergabung dengan BoP, yang memicu pertanyaan mengenai sumber pendanaan yang fantastis tersebut.

Purbaya menjelaskan bahwa meskipun APBN kemungkinan besar akan menjadi sumber dana untuk membayar iuran yang diperkirakan mencapai US$1 miliar atau setara Rp 16,7 triliun, keputusan akhir masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Kita belum diskusikan tapi pada suatu saat nanti presiden akan memberi tugas ke saya. Saya pikir, sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/1/2026).

Heboh! APBN Rp 16,7 T untuk Gaza, Ini Kata Purbaya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah memberikan klarifikasi terkait sifat iuran tersebut. Menurut Sugiono, kontribusi ini bukanlah biaya keanggotaan biasa, melainkan partisipasi dalam pendanaan rekonstruksi di Gaza, Palestina, sebagai bagian dari upaya BoP menyelesaikan konflik di sana.

COLLABMEDIANET

"Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa menentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza, pada khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi," kata Sugiono di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/1/2026). Ia menambahkan bahwa dengan berpartisipasi dalam pendanaan rekonstruksi, Indonesia akan memperoleh status sebagai anggota tetap Dewan Perdamaian.

Sugiono juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban mutlak bagi negara anggota untuk membayar iuran. Pembentukan BoP sendiri berawal dari inisiatif untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina. "Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ. Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap," pungkas Sugiono. "Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina."

Dengan demikian, meskipun sifatnya sukarela dan bertujuan mulia untuk kemanusiaan di Palestina, potensi penggunaan APBN sebesar belasan triliun rupiah ini tetap menjadi perhatian utama publik dan pemerintah. Semua mata kini tertuju pada arahan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah konkret Indonesia dalam kontribusi penting ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar