Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menargetkan program inovatif Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai senjata utama untuk memberantas kemiskinan di wilayah pesisir Indonesia. Khususnya di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, Trenggono berambisi menekan angka kemiskinan yang saat ini masih mencapai 13% hingga tuntas dalam dua tahun ke depan, menjadikan seluruh masyarakat nelayan hidup lebih sejahtera.
Program KNMP dirancang komprehensif untuk meningkatkan produktivitas nelayan secara signifikan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung. KKP tidak hanya akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang pengelolaannya akan diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tetapi juga siap memberikan bantuan 10 unit kapal dan mesin kapal baru bagi nelayan yang membutuhkan penggantian. Trenggono juga mendorong pengembangan budidaya, terutama lobster, agar nilai ekonomi meningkat dan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan. "Masa kita kalah sama Vietnam? Kalau begitu, saudara-saudara yang nangkep BBL, jangan lagi dijual BBL-nya. Tetapi dibudidayakan," tegas Trenggono di Lombok, Jumat (27/2/2026).
Optimisme ini bukan tanpa dasar. Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan KNMP di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga Rp 29,2 miliar per tahun. Saat ini, 65 dari 100 lokasi KNMP tahap pertama sedang dalam proses penyelesaian, dengan target rampung seluruhnya pada Juli 2026. Trenggono sendiri telah meninjau langsung beberapa lokasi seperti Kabupaten Sikka, Desa Sulamu, Kamanlaputi di Sumba Timur, Warloka di NTT, serta Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di NTB untuk memastikan pembangunan berjalan optimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Related Post
Setelah pembangunan selesai, pengelolaan kawasan KNMP akan dipercayakan kepada koperasi nelayan, yang akan mendapatkan pendampingan intensif dari pemerintah bersama Kementerian Koperasi. Trenggono menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola fasilitas yang telah dibangun. "Kalau rusak, diperbaiki. Ingatkan kepada koperasi, karena ini adalah milik saudara-saudara semua. Pemerintah membangun ini untuk kepentingan saudara-saudara," ujarnya di depan para nelayan Desa Ekas Buana.
Trenggono menjelaskan bahwa program ini terintegrasi dari hulu ke hilir, tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koperasi, kewirausahaan, hingga sertifikasi dan standarisasi usaha. "Tujuannya sebenarnya agar masyarakat di Lombok Timur ini, di Ekas Buana, yang mayoritas nelayan, bisa meningkat produktivitasnya. Setelah meningkat, otomatis kesejahteraan mereka juga akan meningkat. Itulah kenapa saya datang ke sini," pungkasnya.
Dengan visi yang jelas dan dukungan penuh dari pemerintah, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia, khususnya di wilayah timur.







Tinggalkan komentar