Minyak Dunia Terjun Bebas! Ini Dampak Damainya AS-Iran

Minyak Dunia Terjun Bebas! Ini Dampak Damainya AS-Iran

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kabar baik datang dari pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari satu persen pada Senin (9/2/2026), menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Penurunan signifikan ini terjadi setelah kedua negara berhasil menyelesaikan putaran pembicaraan penting pada Jumat (6/2) lalu, yang membawa harapan baru bagi stabilitas regional.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Redaksibengkulu.co.id, minyak mentah jenis Brent mengalami koreksi sebesar 89 sen, atau setara 1,31%, sehingga diperdagangkan pada level US$ 67,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga tidak luput dari penurunan, jatuh 79 sen atau 1,24%, menempatkan harganya di US$ 62,76 per barel. Angka-angka ini mencerminkan respons positif pasar terhadap de-eskalasi politik.

Minyak Dunia Terjun Bebas! Ini Dampak Damainya AS-Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

De-eskalasi ini dipicu oleh kemajuan dalam dialog nuklir antara Teheran dan Washington yang difasilitasi oleh Oman. Seorang diplomat senior Iran menyatakan bahwa pembicaraan tersebut telah dimulai dengan baik dan akan terus berlanjut. Pernyataan ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya mencemaskan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah jika kesepakatan gagal tercapai, yang bisa saja menyeret kawasan itu lebih dekat ke jurang perang.

COLLABMEDIANET

Sebelumnya, pasar minyak sempat dilanda gejolak. Pada Kamis (5/2), harga minyak dunia bahkan sempat melonjak setelah Presiden AS kala itu, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Peringatan tersebut disampaikan di tengah negosiasi program nuklir Teheran yang alot dan penuh ketidakpastian.

Trump, dalam beberapa kesempatan, mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan terkait program nuklirnya. Ia juga sempat mengisyaratkan intervensi di pihak para demonstran yang bangkit menentang Republik Islam pada Januari 2026, meskipun kemudian ia menarik diri dari opsi tindakan militer.

Ketegangan geopolitik yang memanas tersebut sebelumnya telah memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar. Mereka mencemaskan potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, mengingat Iran adalah salah satu anggota kunci Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak yang sangat signifikan di dunia. Meredanya situasi ini kini membawa angin segar bagi stabilitas pasokan global dan harga energi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar