Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah efisiensi anggaran secara menyeluruh. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap gejolak global, khususnya pecahnya konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan signifikan harga minyak dunia. Rapat koordinasi terkait pemangkasan anggaran ini telah digelar di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, melibatkan berbagai Kementerian/Lembaga terkait. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas defisit APBN agar tetap di bawah batas 3%.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Senin (26/3/2026), menjelaskan bahwa ketidakpastian durasi konflik menjadi faktor utama. "Kita belum tahu apakah perang ini akan berlangsung empat minggu, lima minggu, atau lebih lama," ujarnya. Oleh karena itu, pemerintah memilih skenario pemotongan anggaran sebagai langkah awal. Skenario ini akan diterapkan selama konflik belum mencapai durasi lima bulan, dengan komitmen untuk mempertahankan defisit APBN di angka maksimal 3%.
Besaran efisiensi yang akan diterapkan sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah global. Apabila konflik di Timur Tengah berlarut-larut melebihi perkiraan, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario alternatif lain yang sebelumnya telah diumumkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Related Post
Namun, Airlangga menegaskan bahwa tidak semua program akan terkena imbas pemangkasan. Program-program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, dipastikan tidak akan diutak-atik anggarannya. "Anggaran program unggulan tidak ada yang diubah. Karena itu investasi jangka panjang," tegas Airlangga, menekankan pentingnya investasi untuk masa depan bangsa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang juga hadir dalam rapat tersebut, memberikan konfirmasi terpisah. Ditemui setelah pertemuan, Dadan menyatakan bahwa alokasi anggaran untuk BGN tidak akan mengalami perubahan. "Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan anggaran APBN 2026," jelas Dadan, memastikan bahwa dana sebesar Rp 335 triliun yang telah dialokasikan dalam APBN 2026 untuk BGN akan tetap utuh.









Tinggalkan komentar