Redaksibengkulu.co.id – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya konflik di Timur Tengah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil meyakinkan publik. Ia menegaskan bahwa stabilitas perekonomian Indonesia tetap terjaga, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kokoh dan terkendali.
Purbaya menjelaskan bahwa defisit APBN berhasil dipertahankan di bawah batas aman 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, ia mengklaim APBN masih memiliki daya tahan yang kuat, mampu menjadi bantalan pelindung dari gejolak ekonomi dunia. "Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih memiliki ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia," tegas Purbaya dalam konferensi pers virtual dari Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, Purbaya menepis kekhawatiran publik mengenai potensi APBN yang ‘morat-marit’ atau defisit yang tak terkendali. Ia memastikan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan matang hingga akhir tahun, bahkan dengan asumsi harga minyak rata-rata mencapai US$ 100 per barel. "Hitungan kita sekarang US$ 100 rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali," sambungnya. "Tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun," imbuhnya, menekankan kontrol penuh pemerintah.

Related Post
Dalam upaya menjaga keberlanjutan fiskal di tengah kenaikan harga minyak dunia, pemerintah tidak tinggal diam. Langkah-langkah efisiensi APBN telah digulirkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, salah satu fokus penghematan adalah pemangkasan signifikan pada anggaran perjalanan dinas. "Efisiensi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50% dan luar negeri hingga 70%," ungkap Airlangga, menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengelolaan anggaran yang prudent.



Tinggalkan komentar