WFH Jumat: Solusi Hemat BBM, Tapi Ada Syaratnya!

WFH Jumat: Solusi Hemat BBM, Tapi Ada Syaratnya!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, sebuah gagasan revolusioner untuk menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mencuat dari Purbaya, seorang tokoh yang mengusulkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu. Inisiatif ini digulirkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan pasokan minyak global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Usulan WFH ini tidak hanya ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan juga direncanakan untuk mencakup pegawai di sektor swasta. Purbaya secara spesifik mengusulkan hari Jumat sebagai hari WFH. Pemilihan hari ini bukan tanpa alasan strategis. "Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," ujarnya. Harapannya, terciptanya libur panjang mini ini dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata.

WFH Jumat: Solusi Hemat BBM, Tapi Ada Syaratnya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, implementasi kebijakan WFH ini tidak semudah membalik telapak tangan dan memerlukan kajian mendalam. Purbaya mengakui bahwa tidak semua sektor pekerjaan memungkinkan penerapan WFH secara efektif tanpa mengorbankan produktivitas. "WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh," ungkap Purbaya usai salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Pemerintah saat ini tengah mengkaji secara seksama sektor-sektor mana saja yang bisa menerapkan kebijakan ini agar tujuan penghematan tercapai tanpa mengganggu kinerja.

COLLABMEDIANET

Jika kebijakan WFH satu hari dalam seminggu ini berhasil diterapkan secara nasional, Purbaya memperkirakan adanya potensi penghematan konsumsi BBM yang signifikan. "Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20% kira-kira," tuturnya. Angka 20% ini menunjukkan potensi dampak positif yang substansial terhadap ketahanan energi nasional dan anggaran negara.

Rencana penerapan WFH ini diperkirakan akan mulai dibahas dan diimplementasikan setelah momen libur Lebaran. Meskipun demikian, tanggal pasti dan detail pelaksanaannya masih dalam tahap pengkajian intensif oleh pihak berwenang. Redaksibengkulu.co.id akan terus memantau perkembangan kebijakan penting ini yang berpotensi mengubah pola kerja dan konsumsi energi masyarakat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar