IHSG Melesat Nyaris 1%, Cetak Rekor ATH Baru di Level 8.318

Author Image

Hadi Wibawa

6 November 2025, 05:14 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan hari ini dengan gemilang. Setelah sempat dibuka di zona merah, IHSG tiba-tiba melesat kencang pada akhir sesi dan mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) yang baru.

IHSG mengakhiri perdagangan Rabu (5/11/2025) dengan lonjakan 0,93% atau menguat sebesar 76,61 poin, ditutup di level 8.318,93.

 

Sentimen Penggerak Pasar

 

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh dua sentimen utama yang dicerna oleh pelaku pasar modal di dalam negeri:

  1. Pertumbuhan Ekonomi Positif: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2025 yang mencapai 5,04% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (4,95%), memberikan optimisme terhadap fundamental ekonomi domestik.
  2. Tinjauan Indeks MSCI: Pelaku pasar juga mencermati pengumuman tinjauan reguler indeks MSCI untuk periode November 2025. Perubahan konstituen ini memicu dinamika tinggi, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi besar (blue chip).

 

Saham Blue Chip Jadi Penopang Utama

Kinerja IHSG hari ini sangat ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Beberapa emiten yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG antara lain:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Tercatat menyumbang penguatan terbesar, yaitu sebanyak 20,02 poin indeks. BREN juga merupakan salah satu emiten yang berpotensi masuk atau naik kelas dalam tinjauan MSCI. Data : rakyatnesia.com
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Saham ini melesat 8,77% ke Rp 62 per saham, menyumbang 10,78 poin indeks.
  • Emiten lain yang turut menopang antara lain BRMS, AMMN, dan TLKM.

Secara keseluruhan, nyaris seluruh sektor perdagangan bergerak di zona hijau, dengan sektor Utilitas, Barang Baku, dan Konsumer Non-Primer mencatat penguatan terbesar. Hanya sektor Energi yang mengalami koreksi hari ini.

Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 18,51 triliun, melibatkan 35,26 miliar saham.

Related Post