Cuan Jumbo dari Infrastruktur! SMI Rilis Obligasi Menarik!

Cuan Jumbo dari Infrastruktur! SMI Rilis Obligasi Menarik!

Redaksibengkulu.co.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI secara resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS), sebuah instrumen investasi yang dirancang untuk menarik dana publik guna percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Dalam penawaran ini, SMI menargetkan perolehan dana hingga Rp 300 miliar, membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis negara.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari penjualan ORIS ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur vital di seluruh penjuru Tanah Air. "Mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, hingga penyediaan air minum dan sektor ketenagalistrikan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026). Ia menambahkan, inisiatif ini bertujuan memperdalam peran pasar keuangan domestik dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Cuan Jumbo dari Infrastruktur! SMI Rilis Obligasi Menarik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Reynaldi juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan PT SMI. Hingga kini, Perseroan telah membiayai 192 proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai mencapai Rp 1.183 triliun. "Perhitungan kami menunjukkan adanya multiplier efek sebesar 8,9 kali dari investasi yang telah kami salurkan," ungkapnya. Selain itu, PT SMI turut berkontribusi dalam mendukung lima dari delapan visi Asta Cita pemerintah, menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan.

COLLABMEDIANET

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, merinci bahwa ORIS ditawarkan dalam dua pilihan tenor. Tenor pertama berdurasi 1 tahun dengan kupon 5,60%, sementara tenor kedua berdurasi 3 tahun dengan kupon 6,05%. "Investor dapat memulai investasi dengan nilai minimum pemesanan sebesar Rp 5 juta, dan berlaku kelipatan Rp 1 juta untuk setiap penambahan," jelas Pradana, memberikan fleksibilitas bagi berbagai kalangan investor.

Proses penerbitan ORIS ini telah dimulai dengan penetapan kupon pada 6 Maret 2026. Masa penawaran atau bookbuilding berlangsung dari 9 Maret hingga 9 April 2026. Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 10 April 2026, dengan proses settlement atau penerbitan obligasi pada 6 Mei 2026. Obligasi ini juga mendapatkan peringkat idAAA dari Pefindo, yang merupakan peringkat tertinggi untuk korporasi di Indonesia, menunjukkan tingkat keamanan investasi yang sangat tinggi.

Pembayaran kupon pertama kepada investor akan dilakukan pada 6 Juni 2026, yang sekaligus menandai berakhirnya masa minimum holding period. Setelah periode tersebut, ORIS dapat diperdagangkan di pasar sekunder, memberikan likuiditas bagi para investor. Untuk tenor 1 tahun, jatuh tempo obligasi adalah 16 Mei 2027 (berdurasi 370 hari), sedangkan untuk tenor 3 tahun, jatuh tempo pada 6 Mei 2029. Dengan pilihan tenor dan kupon yang menarik, ORIS diharapkan menjadi pilihan investasi yang menguntungkan sekaligus berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar