Redaksibengkulu.co.id, Kendari – Sulawesi Tenggara (Sultra) menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang di sektor perdagangan luar negeri. Data terbaru yang dirilis pada Minggu, 8 Februari 2026, menunjukkan nilai ekspor provinsi ini mengalami lonjakan signifikan, mencapai US$328,08 juta pada Desember 2025. Angka ini menandai peningkatan sebesar 3,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Desember 2024, yang tercatat US$318,26 juta.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa tren positif ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari geliat ekonomi daerah. Kenaikan lebih dari tiga persen dalam setahun menunjukkan daya saing komoditas Sultra di pasar global semakin kuat, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu pemain kunci dalam kontribusi ekspor nasional.
Imbas langsung dari peningkatan ekspor ini terasa jelas di Pelabuhan Kendari New Port. Pemandangan truk kontainer yang hilir mudik mengangkut peti kemas, serta aktivitas bongkar muat yang tak henti, menjadi bukti nyata betapa sibuknya gerbang maritim Sultra ini. Arus distribusi komoditas ekspor dari Sultra menuju berbagai negara tujuan telah melonjak, menciptakan dinamika baru di pelabuhan yang beroperasi 24 jam sehari.

Related Post
BPS Sultra lebih lanjut merinci bahwa kelompok komoditas besi dan baja tetap menjadi tulang punggung ekspor daerah. Dengan nilai mencapai US$7,32 juta, sektor ini terbukti menjadi penopang utama kinerja ekspor Sultra, bahkan di tengah tantangan dan fluktuasi perdagangan global yang kerap terjadi. Ini menunjukkan kekuatan fundamental industri pengolahan mineral di Sultra yang terus beradaptasi dan berinovasi.
Menanggapi tren positif ini, pemerintah daerah Sultra menyatakan optimismenya terhadap prospek perdagangan luar negeri di tahun 2026. Berbagai upaya strategis akan terus digalakkan, termasuk penguatan sektor-sektor unggulan lainnya dan optimalisasi fasilitas Pelabuhan Kendari New Port. Harapannya, langkah-langkah ini dapat memastikan pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar serta merata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.









Tinggalkan komentar