Gawat! Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.050 Usai Libur

Gawat! Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.050 Usai Libur

Redaksibengkulu.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menghadapi tekanan signifikan, bahkan diproyeksikan melemah hingga menyentuh level Rp 17.050 pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Lebaran, Rabu (25/3). Prediksi ini disampaikan oleh pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, kepada redaksibengkulu.co.id, Minggu (22/3/2026), yang menyoroti kombinasi penguatan indeks dolar AS dan eskalasi geopolitik di Timur Tengah sebagai pemicu utama.

Menurut Ibrahim, penguatan dolar AS menjadi faktor dominan yang menekan mata uang Garuda. Kebijakan bank sentral di berbagai negara dunia yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan ada yang menaikkannya seperti Australia di tengah kekhawatiran inflasi, membuat dolar semakin perkasa. "Kebijakan suku bunga tinggi kemungkinan besar akan terjadi kembali dan ini yang membuat indeks dolar kemungkinan akan menuju 101,10an dan ini akan berdampak terhadap kelemahan mata uang rupiah," jelas Ibrahim.

Gawat! Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.050 Usai Libur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah global turut memperparah kondisi. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent, patokan dunia, diperkirakan bergerak di kisaran US$ 113 hingga US$ 116 per barel. Kenaikan harga komoditas energi ini secara langsung membebani neraca perdagangan dan pembayaran Indonesia, mengingat tingginya impor bahan bakar minyak.

COLLABMEDIANET

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah ditempuh untuk menstabilkan dan menguatkan kembali rupiah. Bank Indonesia secara aktif melakukan transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Sementara itu, pemerintah berupaya keras melakukan efisiensi anggaran guna menjaga defisit tidak melampaui 3% sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, Ibrahim menekankan bahwa kekuatan faktor eksternal masih sangat dominan. "Secara domestik sebenarnya pemerintah dan Bank Indonesia sudah benar-benar berhati-hati bagaimana caranya agar rupiah ini kembali menguat. Tetapi eksternal itu begitu kuat, apalagi tentang impor bahan bakar minyak," pungkasnya, menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi rupiah di tengah gejolak ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar