Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang beredar luas di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) telah memicu kegaduhan di kalangan masyarakat. Menanggapi informasi viral tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera angkat bicara, meminta publik untuk bersabar menanti pengumuman resmi yang dijadwalkan pada 1 April mendatang.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi secara drastis masih sebatas spekulasi. "Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya," ujar Laode kepada redaksibengkulu.co.id. Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial X, misalnya, memproyeksikan harga BBM jenis Pertamax bisa mencapai Rp 17.000 per liter mulai awal April.
Lebih lanjut, Laode memberikan kepastian penting bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi. Di tengah gejolak global, termasuk konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, pemerintah menjamin tidak akan ada kenaikan harga untuk jenis BBM subsidi. "Yang penting untuk BBM Subsidi tidak ada kenaikan," tegasnya, menenangkan kekhawatiran publik.

Related Post
Selain itu, Laode juga memastikan bahwa ketersediaan pasokan BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kondisi yang sangat aman dan memadai. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi untuk melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat menimbulkan kelangkaan. "Stok BBM maupun LPG sangat aman dan memadai, agar tidak panic buying," pungkasnya, menekankan pentingnya ketenangan di tengah informasi yang simpang siur.









Tinggalkan komentar