IHSG Siap Meroket? Menkeu Ungkap Modal Kuatnya!

IHSG Siap Meroket? Menkeu Ungkap Modal Kuatnya!

Redaksibengkulu.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang kecil untuk kembali melemah. Sebaliknya, Purbaya melihat IHSG kini punya ruang besar untuk tumbuh lebih kencang, setelah sempat mengalami gejolak. Pernyataan optimis ini disampaikan Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu (31/1/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa posisi IHSG yang masih berada di level 8.300-an menunjukkan potensi kenaikan yang luas. "Kita masih 83 (8.300), ya. Artinya ruang ke depan masih terbuka luas untuk naik," ujar Purbaya. Ia menambahkan, pergerakan pasar saham, seperti halnya siklus bisnis, selalu bergerak dari titik terendah menuju puncak.

IHSG Siap Meroket? Menkeu Ungkap Modal Kuatnya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Purbaya, kemungkinan IHSG akan terkoreksi lagi sangat kecil. Fondasi ekonomi Indonesia yang kuat, ditambah respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi modal utama yang mendorong keyakinannya. "Saya pikir peluangnya kecil. Fondasi bagus, kinerja kita respons kebijakan dari Bursa maupun OJK. Cepat, nggak ada kacauan, harusnya ini akan merupakan modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang," tegasnya.

COLLABMEDIANET

Optimisme Menkeu ini muncul setelah IHSG sempat mengalami tekanan signifikan. Pada perdagangan Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) sebelumnya, IHSG melorot tajam hingga 8%, memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh BEI.

Pada Rabu (28/1), trading halt dilakukan pukul 13.43 WIB hingga 14.13 WIB. Kala itu, IHSG ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,55, tertekan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 6,17 triliun sepanjang hari perdagangan.

Kemudian pada Kamis (29/1), trading halt kedua terjadi di sesi I, tepatnya pukul 09.26 WIB hingga 09:56 WIB, saat IHSG kembali anjlok 8%. IHSG terkoreksi 1,06% ke 8.232,20 pada penutupan hari itu, dengan net sell investor asing yang masih tercatat tinggi, yakni Rp 4,44 triliun.

Namun, angin segar mulai berhembus pada perdagangan Jumat (30/1). IHSG berhasil bangkit dan menguat 1,81% ke level 8.329,60. Meskipun masih mencatat net sell asing sebesar Rp 1,53 triliun, volume perdagangan mencapai 57,82 miliar dengan nilai transaksi Rp 41,69 triliun, menunjukkan adanya aktivitas pasar yang signifikan dan kepercayaan investor mulai kembali. Dengan modal fundamental yang kuat dan respons kebijakan yang cepat, Purbaya meyakini IHSG siap untuk tancap gas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar