Redaksibengkulu.co.id – Kabar gembira bagi para pemudik! Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dipastikan akan dibuka secara fungsional dan tanpa tarif saat arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi menuju Ibu Kota Jakarta.
Dengan panjang sekitar 52 kilometer, ruas tol ini akan beroperasi secara situasional, sepenuhnya bergantung pada diskresi dan arahan dari pihak kepolisian. Prioritas utama penggunaan jalur fungsional ini adalah untuk kendaraan Golongan I, yakni mobil pribadi non-bus, yang bergerak dari arah timur menuju Jakarta selama periode puncak arus balik Lebaran.

Bagi pengendara yang ingin memanfaatkan jalur alternatif ini, akses masuk hanya akan tersedia melalui Simpang Susun Sadang. Sementara itu, terdapat beberapa titik keluar yang dapat dipilih, meliputi Simpang Susun Kutanegara, Simpang Susun Bojongmangu, Simpang Susun Sukaragam, hingga Simpang Susun Setu yang menjadi ujung dari jalur fungsional ini.

Related Post
Pembukaan sementara Japek II Selatan diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk memecah konsentrasi arus kendaraan dari wilayah Jawa Barat dan jalur selatan yang membanjiri Jakarta. Dengan demikian, beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek eksisting dapat berkurang signifikan. Selain itu, jalur ini juga menawarkan alternatif menarik bagi pengendara dari Purwakarta dan Bandung yang bertujuan ke kawasan Jabodetabek.
Meskipun akan difungsikan, perlu diketahui bahwa proyek pembangunan Tol Japek II Selatan secara keseluruhan masih terus berjalan. Data hingga awal tahun 2026 menunjukkan bahwa beberapa seksi telah mencapai progres konstruksi di atas 70 persen. Bahkan, ruas Setu-Sukaragam dilaporkan telah menembus angka 80 persen, sementara seksi-seksi lainnya masih dalam tahap pengerjaan lanjutan.
Secara garis besar, keberadaan Tol Japek II Selatan ini dirancang untuk memperkuat konektivitas jalur selatan antara Jakarta dan Jawa Barat. Lebih dari sekadar jalur fungsional sementara, proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyediakan koridor alternatif yang vital, secara fundamental mengurangi beban lalu lintas di jalur utama Jakarta-Cikampek di masa mendatang.


Tinggalkan komentar