Menteri Keuangan Bongkar Rahasia Percepatan Blok Masela!

Menteri Keuangan Bongkar Rahasia Percepatan Blok Masela!

Redaksibengkulu.co.id – Setelah bertahun-tahun lamanya terkatung-katung tanpa kejelasan, proyek raksasa lapangan gas abadi Blok Masela di Maluku akhirnya menunjukkan titik terang. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa proyek strategis nasional ini ditargetkan akan melakukan groundbreaking dalam beberapa bulan ke depan, sebuah percepatan yang disebutnya terjadi setelah adanya ‘ancaman’ dari pemerintah.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (4/2/2026). Ia mengungkapkan niat awalnya untuk membawa kasus proyek yang telah mandek selama dua dekade lebih ini ke Pokja Bottlenecking, sebuah langkah yang tampaknya efektif memicu pergerakan. "Ada satu ladang besar di abadi itu 20-an tahun mau dikerjakan sampai sekarang belum jalan-jalan juga. Saya tadinya mau bawa ke Pokja Bottlenecking untuk dieksekusi, baru mereka sekarang mempercepat prosesnya supaya tidak di bawa ke Pokja itu. Tetapi yang jelas, abadi itu akan groundbreaking dalam waktu beberapa bulan dari sekarang," tegas Purbaya, menyoroti urgensi penyelesaian proyek.

Menteri Keuangan Bongkar Rahasia Percepatan Blok Masela!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konteks pembahasan Blok Masela ini muncul saat Purbaya menjawab pertanyaan seputar penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, penurunan PNBP migas hampir tak terhindarkan jika tidak ada eksplorasi baru. "Jadi salah satu cara adalah mengundang investor baru domestik atau asing untuk melakukan eksplorasi di bidang migas atau mengekploitasi ladang-ladang yang sudah ditemukan," jelas Purbaya. Ia menambahkan, tanpa penemuan dan eksplorasi ladang migas baru, lifting migas nasional akan terus menurun.

COLLABMEDIANET

Perkembangan positif terkait Blok Masela sendiri bukan tanpa dasar. Sebelumnya, studi teknis Carbon Capture Storage (SSC) yang krusial untuk memastikan kesiapan bawah permukaan (subsurface) telah rampung. Ini membuka jalan bagi proyek tersebut untuk memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) sejak November 2025.

Proyek lapangan gas raksasa ini diperkirakan membutuhkan suntikan investasi fantastis, mencapai sekitar US$ 20,94 miliar atau setara dengan Rp 341 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.300 per US$. Pemerintah menargetkan operasional penuh proyek gas "jumbo" ini dapat dimulai pada tahun 2029.

Setelah beroperasi, kilang LNG Blok Masela diproyeksikan akan memiliki kapasitas produksi hingga 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), serta menghasilkan 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa dan 35.000 barel per hari (bph) kondensat. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional, terutama dalam mengurangi ketergantungan impor energi dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri di kancah global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar