Redaksibengkulu.co.id – Perusahaan minyak dan gas Rusia, Zarubezhneft (ZN), bersiap masuk dalam Plan of Development (PoD) Blok Tuna di perairan Natuna. Langkah berani ini diambil meski Uni Eropa baru saja menjatuhkan sanksi ke-18 terhadap Rusia terkait invasi Ukraina. SKK Migas pun angkat bicara soal potensi dampak sanksi tersebut.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menyatakan pihaknya telah meminta ZN untuk melaporkan perkembangan sanksi dan potensi dampaknya terhadap proyek di Indonesia. "Target kita tetap on stream sesuai PoD. Jika ada isu yang perlu diantisipasi, kita berharap ZN segera memberi tahu," ujar Hudi dalam diskusi media di Jakarta.
Hudi memastikan rencana PoD Blok Tuna masih berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada dampak sanksi Uni Eropa yang signifikan terhadap proyek tersebut. "SKK Migas terus berupaya agar proyek-proyek yang PoD-nya disetujui bisa segera diimplementasikan. Belum ada revisi PoD," tegasnya. Keberanian Rusia menerjang sanksi Eropa ini tentu menjadi sorotan dan menarik perhatian dunia.

Related Post









Tinggalkan komentar