Redaksibengkulu.co.id – Di tengah lanskap geopolitik global yang penuh gejolak dan fluktuasi harga energi yang tak terduga, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif. Raksasa energi nasional ini telah merancang lima strategi fundamental yang termaktub dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Tujuan utamanya jelas: menjaga momentum pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan kinerja perusahaan tetap kokoh di tengah badai ketidakpastian.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa tahun sebelumnya, 2025, merupakan periode yang penuh ujian. "Kami menghadapi tekanan ekonomi global, volatilitas harga energi, dan kompleksitas operasional yang kian meningkat," ungkap Simon dalam pernyataan tertulis yang diterima Redaksibengkulu.co.id pada Kamis (9/4/2026). Meski demikian, ia menegaskan, Pertamina tetap tegak sebagai pilar utama penopang kehidupan masyarakat. "Ini membuktikan bahwa Pertamina bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian integral dari solusi bagi kemajuan bangsa Indonesia," imbuhnya.
Simon lebih lanjut menguraikan bahwa penyusunan RKAP 2026 secara cermat mempertimbangkan dinamika geopolitik global. Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah, ditambah dengan meningkatnya tekanan di jalur maritim vital seperti Selat Hormuz, diidentifikasi sebagai faktor pemicu utama disrupsi pasokan dan lonjakan harga energi di pasar internasional.

Related Post
Untuk menavigasi kondisi penuh tantangan ini, Pertamina telah memetakan lima jurus strategis:
- Pengendalian Biaya Ketat: Menerapkan disiplin anggaran yang sangat ketat di seluruh spektrum operasional perusahaan.
- Peningkatan Keandalan dan Efisiensi Operasional: Memastikan setiap lini bisnis berjalan optimal, efektif, dan minim pemborosan.
- Investasi Berbasis Prioritas: Melakukan penanaman modal secara selektif, dengan fokus utama pada proyek-proyek yang memiliki nilai strategis jangka panjang.
- Pembentukan Organisasi Adaptif: Membangun struktur dan budaya kerja yang lebih lincah dan responsif terhadap setiap perubahan dinamika pasar dan lingkungan bisnis.
- Dorongan Inovasi Berkelanjutan: Menjadikan inovasi sebagai kebutuhan esensial dan pendorong utama dalam menghadapi evolusi bisnis energi yang cepat.
Simon juga melihat tantangan geopolitik sebagai katalisator untuk menciptakan peluang. Salah satunya adalah melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi operasional, termasuk memaksimalkan utilisasi kilang, guna mendorong volume penjualan produk energi berkualitas tinggi. "Di tengah gejolak global yang kian rumit, peran Pertamina sebagai Soko Guru Energi, atau penopang ketahanan energi nasional, menjadi semakin krusial," tegasnya. "Eksistensi Pertamina di tahun 2026 bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang ketahanan, keandalan, dan kedaulatan energi bangsa. Oleh karena itu, Pertamina tidak bisa bekerja dengan cara biasa-biasa saja."
Senada dengan Direktur Utama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, secara tegas menggarisbawahi bahwa ketahanan energi adalah prioritas mutlak perusahaan. "Kondisi yang kita hadapi saat ini bukanlah situasi normal. Ini adalah ‘stress test’ yang sesungguhnya bagi Pertamina, sehingga respons kami tidak boleh biasa-biasa saja. Pertamina harus bekerja secara over-maksimal," pungkas Iriawan, menandaskan komitmen perusahaan untuk menjaga pasokan energi demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia.







Tinggalkan komentar