SPBU Jakarta Membludak! Harga BBM Non-Subsidi Naik?

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Pemandangan antrean panjang kendaraan bermotor kembali menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta sejak Selasa (31/3/2026) pagi. Kepadatan ini diduga kuat dipicu oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang santer beredar di masyarakat, menjelang tanggal 1 April 2026.

Pantauan redaksibengkulu.co.id di lapangan menunjukkan, salah satu titik kepadatan terlihat di SPBU Pertamina kawasan Senayan. Lebih lanjut, pada pukul 13.25 WIB, antrean serupa juga terpantau di SPBU 34.102.06 yang berlokasi dekat Binus University, Jalan Hang Lekir 1. Mayoritas kendaraan yang mengular adalah roda empat, sementara antrean untuk kendaraan roda dua relatif normal. Akibat membludaknya jumlah mobil, arus lalu lintas di sekitar lokasi, bahkan hingga Universitas Moestopo, sempat mengalami kemacetan parah.

SPBU Jakarta Membludak! Harga BBM Non-Subsidi Naik?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

SPBU-SPBU tersebut diketahui menyediakan berbagai jenis BBM, mulai dari yang bersubsidi seperti Pertalite, hingga non-subsidi seperti Pertamax 92, Pertamax Turbo 98, dan Pertamina Dex. Isu kenaikan harga ini secara spesifik menargetkan jenis BBM non-subsidi.

COLLABMEDIANET

Informasi mengenai potensi kenaikan harga BBM ini mulanya menyebar luas di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Menanggapi keresahan publik, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, akhirnya angkat bicara. Laode menegaskan bahwa pengumuman resmi terkait harga BBM non-subsidi memang akan disampaikan pada tanggal 1 April 2026. Namun, ia memberikan klarifikasi penting: harga BBM subsidi dipastikan tidak akan mengalami perubahan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar