Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Sebuah era baru ketahanan pangan nasional telah dimulai dengan resminya pembangunan proyek hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Inisiatif strategis ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) Fase I di enam lokasi berbeda oleh Danantara pada Jumat (6/2). Pemerintah menargetkan lonjakan produksi signifikan, yakni tambahan 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur setiap tahunnya. Pasokan protein melimpah ini diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi motor penggerak penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Lebih dari sekadar peningkatan produksi, program ambisius ini juga diharapkan membuka sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru dan mendongkrak pendapatan bruto peternak hingga Rp 81,5 triliun setiap tahun. Meskipun secara statistik Indonesia telah mencapai swasembada daging dan telur ayam, pemerintah melihat urgensi untuk memperkuat struktur pasokan. Hal ini krusial mengingat proyeksi lonjakan permintaan, khususnya untuk menopang Program MBG yang membutuhkan tambahan 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun. Data Kementerian Pertanian mencatat, pada tahun 2025, produksi telur ayam nasional diproyeksikan mencapai 6,52 juta ton (sekitar 104,17 miliar butir), sementara produksi daging ayam mencapai 4,25 juta ton.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa proyek hilirisasi ini merupakan fondasi pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang komprehensif, mencakup seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir. Ia menggarisbawahi komitmen Kementan dalam mendukung penuh inisiatif ini sebagai alat vital untuk pemerataan produksi antarwilayah, menjaga stabilitas harga, dan menjamin ketersediaan pasokan daging ayam serta telur, terutama demi keberlanjutan Program MBG. "Ini adalah inisiatif langsung dari Bapak Menteri Pertanian, sebuah langkah strategis negara untuk mewujudkan swasembada protein yang lestari, adil, dan berpihak pada kesejahteraan peternak rakyat," ujar Agung, seperti dikutip Redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (7/2/2026).

Related Post
Ekosistem









Tinggalkan komentar