Rosan: Hoaks Investor Asing Kabur dari RI! Ini Buktinya!

Author Image

Hadi Wibawa

15 Juni 2026, 14:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dengan tegas membantah narasi yang menyebut investor asing mulai menjauhi Indonesia. Di hadapan anggota DPR RI, Rosan menegaskan bahwa respons pasar global terhadap potensi investasi di Tanah Air justru sangat positif dan melampaui ekspektasi. Pernyataan ini disampaikan Rosan pada Senin (5/6/2026) di Jakarta Pusat.

"Responsnya sangat positif dan mengejutkan," ungkap Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara. Ia merujuk pada serangkaian roadshow intensif yang telah dilakukannya bersama tim ke berbagai pusat keuangan dunia, termasuk Singapura, Hong Kong, London, Boston, Washington DC, New York, hingga Jepang. Bahkan, media internasional seperti Bloomberg turut menyoroti pencapaian ini sebagai sesuatu yang "di luar dugaan" dari upaya Danantara.

Rosan: Hoaks Investor Asing Kabur dari RI! Ini Buktinya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rosan menekankan bahwa para investor global memandang Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik berkat prospek jangka panjangnya. "Mereka melihat ini sebagai long term commitment, komitmen jangka panjang," jelasnya. Keyakinan terhadap stabilitas ekonomi dan kepastian berusaha di Indonesia, menurut Rosan, menjadi faktor utama yang menjaga arus investasi tetap mengalir deras.

Menanggapi desas-desus yang beredar, Rosan menegaskan bahwa narasi tentang keengganan investor asing tidak sejalan dengan realitas di lapangan. "Mereka percaya bahwa kestabilan dan juga kepastian untuk berinvestasi di Indonesia ini masih terjaga dengan baik kok. Terlepas beritanya di luar seperti apa," tegas Rosan. Ia berjanji akan membuktikan klaimnya dengan data konkret, statistik, dan angka investasi baru yang masuk dari para investor besar dunia, yang rencananya akan dijabarkan lebih detail di Istana.

Sebagai bukti awal, Rosan memaparkan data realisasi investasi pada triwulan I-2026 yang telah mencapai Rp 498,8 triliun. Angka ini setara dengan 24,4% dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun. Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat dominan, mencapai 50,1% atau senilai Rp 250 triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga menunjukkan performa kuat dengan kontribusi 49,9% atau Rp 248,8 triliun, tumbuh sekitar 6% secara year-on-year. Dengan data ini, Rosan optimis bahwa tren positif investasi di Indonesia akan terus berlanjut dan terjaga.

Related Post