Dompet Terancam! Cabai Rawit Makin Pedas, Beras Naik

Author Image

Hadi Wibawa

21 Juni 2026, 20:26 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, dinamika harga komoditas pangan pokok di pasar domestik menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada pekan ini. Terutama, harga cabai rawit merah masih menjadi sorotan utama dengan banderol yang tetap ‘pedas’, memicu kekhawatiran di kalangan konsumen. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Minggu, 21 Juni 2026, beberapa komoditas esensial kompak mengalami kenaikan signifikan, sementara sebagian lainnya menunjukkan stabilitas atau bahkan penurunan.

Lonjakan harga paling mencolok terpantau pada cabai rawit merah, yang kini diperdagangkan di angka Rp 76.300 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 2,35%. Angka ini jauh di atas rata-rata normal dan masih bertahan di level di atas Rp 50.000/kg untuk sebagian besar jenis cabai. Meskipun demikian, tidak semua jenis cabai mengalami nasib serupa. Cabai merah keriting justru menunjukkan sedikit penurunan sebesar 1,16%, kini berada di Rp 55.500 per kilogram, dan cabai merah besar juga turun 5,87% menjadi Rp 57.700 per kg. Cabai rawit hijau juga terpantau naik 1,95% menjadi Rp 54.950 per kg.

Dompet Terancam! Cabai Rawit Makin Pedas, Beras Naik
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain cabai, beberapa kebutuhan pokok lain juga turut merangkak naik. Harga beras medium, misalnya, mengalami kenaikan tipis namun merata. Beras medium kualitas I naik 0,31% menjadi Rp 16.300 per kilogram, diikuti beras medium kualitas II yang juga naik 0,31% menjadi Rp 16.100 per kilogram. Beras kualitas super II juga naik 0,59% menjadi Rp 17.100/kg, dan beras kualitas bawah II naik 0,69% menjadi Rp 14.600/kg. Komoditas bawang putih tak ketinggalan, dengan kenaikan 1,89% sehingga mencapai Rp 43.100 per kilogram. Sektor protein hewani juga terdampak; harga daging sapi kualitas I naik 0,47% menjadi Rp 149.300 per kilogram, dan daging sapi kualitas II naik 0,61% menjadi Rp 140.500 per kilogram. Gula pasir kualitas premium juga tercatat naik 0,25% menjadi Rp 20.300/kg.

Di tengah tren kenaikan ini, beberapa komoditas justru menunjukkan pergerakan yang lebih stabil atau bahkan menurun, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen. Gula pasir lokal turun 0,26% menjadi Rp 19.100 per kilogram, sementara telur ayam ras segar juga mengalami penurunan 0,50% menjadi Rp 29.950 per kilogram. Daging ayam ras segar dan bawang merah ukuran sedang juga terpantau turun, masing-masing 0,27% menjadi Rp 37.100 per kg dan 3,25% menjadi Rp 53.650 per kg. Beberapa harga tetap stabil, seperti beras kualitas super I di Rp 17.550 per kilogram, beras kualitas bawah I di Rp 14.650 per kg, minyak goreng curah Rp 20.600 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 1 di Rp 24.200 per kilogram. Minyak goreng bermerek 2 justru naik tipis 0,21% menjadi Rp 23.350/kg.

Situasi ini mengindikasikan adanya tekanan inflasi pada beberapa sektor pangan strategis, terutama menjelang momen-momen tertentu di masa depan. Masyarakat diimbau oleh Redaksibengkulu.co.id untuk terus memantau perkembangan harga dan berbelanja dengan bijak guna menyiasati fluktuasi yang terjadi di pasar.

Related Post