Prabowo Selamatkan BUMN dari Cengkeraman Asing!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Juli 2026, 14:26 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menolak keras upaya penjualan aset-aset strategis negara kepada pihak asing. Tekad ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari visinya untuk memperkuat ekonomi dan kedaulatan bangsa.

Dalam pidatonya yang dipantau secara daring pada Jumat (10/6/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN, terutama di sektor pertahanan, nyaris berpindah tangan ke investor asing. Ia secara spesifik menyebut PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI sebagai perusahaan yang sempat di ambang penjualan. "Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual! PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan!" tegas Prabowo, menunjukkan keyakinannya bahwa BUMN mampu bersaing dan berkembang di bawah pengelolaan nasional.

Prabowo Selamatkan BUMN dari Cengkeraman Asing!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kini, hasil dari penolakan tersebut mulai terlihat. PT PAL, misalnya, telah menunjukkan kapasitas luar biasa dengan kemampuan memproduksi kapal perang canggih hingga kapal selam. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam," ujarnya bangga. Tak hanya itu, PT Pindad juga mencetak prestasi gemilang dengan mendapatkan kontrak besar dari Arab Saudi untuk menyuplai senapan dan senapan mesin bagi militer mereka, sebuah indikasi kuat kepercayaan internasional terhadap produk pertahanan Indonesia.

Sektor penerbangan nasional pun tak luput dari ancaman serupa. Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang sempat di ambang penjualan, kini sedang dalam proses pembenahan manajemen. Prabowo optimistis, setelah bertahun-tahun merugi, Garuda akan segera mencatat keuntungan pada bulan berikutnya. "Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo membeberkan laporan terbaru mengenai kinerja BUMN secara keseluruhan. Ia menyatakan rasa bangga karena banyak BUMN yang selama puluhan tahun selalu merugi, kini mulai menunjukkan tanda-tanda keuntungan. Transformasi ini, menurutnya, tidak lepas dari upaya pembenahan menyeluruh yang dilakukan oleh BPI Danantara. Prabowo tidak ragu menyebut bahwa sebelum dibenahi, BUMN kerap menjadi "sarang korupsi" yang menggerogoti keuangan negara.

Keterkejutannya terhadap jumlah BUMN dan anak usahanya yang mencapai 1.077 saat dilantik menjadi Presiden juga diungkapkan Prabowo. Ia menduga angka fantastis ini, termasuk "cucu" dan "cicit" perusahaan, seringkali menjadi modus untuk menyembunyikan uang negara dan rakyat. "Ini kita tertibkan," janji Prabowo. Hingga saat ini, BPI Danantara telah menutup 240 BUMN yang dinilai merugi, dengan target mencapai 250 penutupan pada akhir Juli mendatang, menandai babak baru transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan aset negara.

Related Post