Heboh! Spirulina Lokal Semarang, Superfood Masa Depan?
Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Semarang kini menjelma menjadi episentrum pengembangan komoditas bernilai tinggi: spirulina. Alga mikro ini tidak hanya menjadi primadona baru di sektor kesehatan, namun juga merambah industri pangan dan kosmetik, menjanjikan potensi ekonomi yang luar biasa. Pengembangan spirulina di kota lumpia ini bukan tanpa alasan. Alga biru-hijau ini dikenal kaya nutrisi, menjadikannya bahan baku esensial bagi berbagai industri. Dari suplemen kesehatan yang meningkatkan imunitas, pangan fungsional yang menunjang gaya hidup sehat, hingga produk kosmetik yang menjanjikan kecantikan alami, spirulina lokal Semarang kini menjadi incaran.

Di fasilitas budidaya Albitec, kawasan Gunungpati, Semarang, para pekerja tampak sibuk memanen alga jenis spirulina. Proses budidaya dilakukan dengan sistem berkelanjutan, memastikan kualitas biomassa yang dihasilkan tetap optimal. Dalam setiap siklus panen yang relatif singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari, setiap kolam budidaya mampu menghasilkan 20 hingga 30 kilogram biomassa basah.
Also Read
Biomassa basah tersebut kemudian melalui proses pengolahan lanjutan untuk diubah menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan. Dengan harga jual mencapai sekitar Rp100 ribu per 100 gram, potensi keuntungan dari komoditas ini sangat menjanjikan. Alga air tawar ini tidak hanya berakhir sebagai suplemen, melainkan juga diolah menjadi beragam produk seperti bahan baku pakan, kosmetik premium, dan pangan fungsional yang inovatif. Inovasi ini menempatkan Semarang sebagai salah satu pionir dalam pengembangan spirulina lokal, membuka peluang baru bagi ekonomi daerah dan memenuhi kebutuhan pasar akan produk-produk berbasis superfood yang berkualitas.




