Mandalika 2026: Rp 5 Triliun Siap Guncang Ekonomi!

Author Image

Hadi Wibawa

31 Juli 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Gelaran akbar MotoGP Mandalika 2026 diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi yang masif, dengan target perputaran uang mencapai angka fantastis Rp 5 triliun. Prediksi ini datang dari Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menaungi event balap motor kelas dunia tersebut. Ajang balap paling bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap pencapaian target ini, mengingat dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Menurut Dony, keyakinan ini bukan tanpa alasan. Danantara secara aktif menggalang sinergi lintas BUMN untuk memperkuat Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney sebagai penyelenggara utama. Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Mandalika 2026: Rp 5 Triliun Siap Guncang Ekonomi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam pernyataan resminya melalui unggahan Instagram @bumn_id pada Kamis (30/7/2026), Dony Oskaria menekankan pentingnya peran Danantara. "Ini tahun pertama penyelenggaraan MotoGP di bawah Danantara, tentu harapannya kita punya ekspektasi lebih. Karena dengan adanya Danantara, ekosistemnya harusnya bisa mendukung penyelenggaraan event ini secara optimal," ujarnya.

Merujuk pada kesuksesan gelaran MotoGP Mandalika tahun 2025, dampak ekonomi yang dihasilkan terbukti luar biasa. Efek berganda (multiplier effect) dari event tersebut mencapai Rp 4,96 triliun, sekaligus berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan sekitar 600 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tak hanya itu, nilai setara iklan (Advertising Value Equivalent) yang tercipta menembus angka € 361,6 juta, dengan jangkauan global ke lebih dari 200 negara.

Meskipun targetnya ambisius, Dony mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. "Tidak ada yang instan untuk menghasilkan sesuatu yang besar, sama halnya dengan MotoGP. Oleh karena itu, saya berharap panitia dapat melakukan persiapan dengan sangat detail," tegas Dony. Ia menambahkan bahwa ‘pekerjaan rumah’ yang diemban oleh ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) cukup besar dan banyak, dengan harapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan sukses.

Data demografi penonton menunjukkan bahwa 84% berasal dari dalam negeri, sementara 16% merupakan wisatawan mancanegara. Komposisi ini secara signifikan memperkuat berbagai sektor, mulai dari pariwisata, transportasi, perdagangan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional. Dengan persiapan matang dan sinergi yang kuat, MotoGP Mandalika 2026 siap mengukir sejarah baru dalam geliat ekonomi dan pariwisata Indonesia.

Related Post