Redaksibengkulu.co.id – Kabar menggembirakan datang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero). Sepanjang paruh pertama tahun 2026, para pelaku UMKM ini berhasil membukukan omzet fantastis mencapai Rp 8,57 miliar. Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari partisipasi aktif mereka dalam berbagai pameran berskala regional, nasional, hingga internasional, yang difasilitasi oleh Pertamina.
Pameran-pameran tersebut bukan sekadar ajang transaksi jual beli. Lebih dari itu, event ini menjadi platform strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan inovasi produk, menjalin koneksi dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial, memperluas jaringan kolaborasi antar sesama UMKM, serta menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas dan kompetitif. Ini adalah langkah krusial dalam upaya UMKM untuk naik kelas.

Kisah sukses ini salah satunya dialami oleh Sambal Ning Niniek, sebuah usaha kuliner yang dirintis oleh Sri Wahyuni. Berkat dukungan Pertamina, usaha ini terus berkembang pesat. "Setiap tahapan yang kami lalui adalah bagian dari proses pertumbuhan. Bantuan modal sebesar Rp 35 juta pada tahun 2023 dari Pertamina sangat krusial dalam memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi kami," tutur Sri, seperti dikutip Redaksibengkulu.co.id pada Rabu (12/8/2026). Ia menambahkan, terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 juga menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya. Pelatihan melalui UMK Academy dan kesempatan pameran juga menjadi kunci dalam pengembangan kapasitas dan perluasan jaringan pemasaran.
Also Read
Namun, di balik gemilangnya akses pasar, kesiapan fundamental usaha dan produk menjadi pondasi utama. Aspek-aspek seperti legalitas, sertifikasi produk, kualitas yang terjamin, strategi pemasaran yang efektif, hingga pengelolaan bisnis yang profesional adalah elemen vital agar UMKM mampu menangkap setiap peluang pasar. Hingga akhir Juni 2026, Pertamina telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya, membantu mereka memenuhi standar legal dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, penguatan kapasitas pelaku usaha juga diwujudkan melalui 579 pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Pertamina. Materi pelatihan mencakup pemasaran digital, aspek legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga manajemen usaha yang komprehensif. Untuk membuka gerbang pasar, sebanyak 414 pameran berskala regional, nasional, dan internasional telah diikuti oleh UMKM binaan, termasuk ajang bergengsi seperti Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa dukungan ini bertujuan membekali UMKM agar dapat berkembang secara mandiri. "Di balik setiap produk UMKM, ada dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Namun, seringkali langkah mereka terhambat oleh keterbatasan ruang gerak. Pertamina hadir bukan hanya dengan pelatihan, melainkan dengan dukungan menyeluruh: melengkapi sertifikat dan legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang baru agar usaha mereka benar-benar tumbuh," jelas Baron.
Baron juga menekankan bahwa momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat akan pentingnya ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Dalam ekosistem ini, Pertamina mengambil peran sebagai enabler melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, fasilitasi sertifikasi, serta pembukaan akses pasar. Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Lebih lanjut, pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga, yakni penguatan kewirausahaan, industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
"Melalui ekosistem yang semakin terbuka, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan volume penjualan, tetapi juga bertransformasi menjadi usaha yang lebih tangguh, kompetitif, dan mandiri dalam memperluas jangkauan pasarnya," pungkas Baron.




