Drama Udara! Ban Garuda Pecah, Ratusan Nyawa Selamat!

Author Image

Hadi Wibawa

3 September 2026, 14:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah insiden mendebarkan menyelimuti penerbangan Garuda Indonesia GA604 pada Kamis (3/9) lalu. Pesawat dengan registrasi PK-GFS, tipe Boeing 737-800, yang bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), mengalami pecah ban utama sesaat setelah lepas landas. Berkat kesigapan awak pesawat dan koordinasi intensif berbagai pihak, seluruh 141 penumpang dan 8 awak berhasil mendarat dengan selamat di Makassar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan, melalui Direktur Jenderal Lukman F. Laisa, mengonfirmasi laporan insiden ini. Kronologi insiden dimulai pada pukul 05.52 WIB, ketika menara kontrol JATSC Bandara Internasional Soekarno-Hatta memberikan informasi kepada Pilot in Command (PIC) bahwa roda utama (main wheel) nomor 3 pesawat tersebut terdeteksi pecah ban setelah pesawat mengudara.

Drama Udara! Ban Garuda Pecah, Ratusan Nyawa Selamat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi situasi krusial ini, pada pukul 06.04 WIB, PIC segera melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA) dan membuat keputusan krusial untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini diikuti dengan koordinasi cepat ke pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin guna mengantisipasi potensi penutupan landasan pacu saat maupun setelah pendaratan, serta menyiapkan prosedur penanganan darurat yang diperlukan.

Pesawat GA604 akhirnya berhasil mendarat dengan mulus di landasan pacu 03 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA. Setelah pendaratan yang sukses, landasan pacu ditutup sementara melalui pemberitahuan NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan ini dilakukan demi memastikan keamanan operasional dan memberikan ruang bagi penanganan pesawat yang mengalami masalah.

Pemeriksaan awal segera dilakukan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar yang berkoordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia. Hasilnya mengonfirmasi adanya pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian ditarik dari landasan pacu menuju area parkir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian ban utama yang rusak.

Seluruh 141 penumpang dan 8 awak pesawat ditangani dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan sesuai prosedur standar yang berlaku. Lukman F. Laisa memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait, mulai dari awak pesawat, pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, hingga tim teknis. "Berkat kerja sama ini, pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur," ujarnya dalam keterangan resmi Redaksibengkulu.co.id, Kamis (3/9).

Sebagai bagian dari penanganan menyeluruh, telah dilakukan pemeriksaan dan pembersihan landasan pacu di kedua bandara, baik Soekarno-Hatta maupun Sultan Hasanuddin. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada puing-puing asing (Foreign Object Debris/FOD) yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan di kemudian hari.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan adalah prioritas tak tergantikan. Kami akan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkas Lukman, menegaskan komitmen Ditjen Hubud terhadap standar keamanan penerbangan nasional.

Related Post