GEGER! 3 Pemimpin Superpower Siap Guncang APEC?

Author Image

Hadi Wibawa

3 September 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Dunia tengah menanti potensi pertemuan bersejarah antara tiga pemimpin negara adidaya: Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan trilateral yang sangat dinanti ini direncanakan akan berlangsung pada November mendatang, kemungkinan besar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh Yuri Ushakov, Staf Khusus Senior Presiden Putin. Dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah Rusia baru-baru ini, Ushakov menyatakan bahwa isu pertemuan tiga kepala negara tersebut telah dibahas secara serius. "Masalah ini telah dibahas, ya," kata Ushakov, mengindikasikan adanya komunikasi awal yang positif. Ia menambahkan, "Jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka ketiganya akan dapat mengadakan pertemuan." Ushakov juga tidak menutup kemungkinan bahwa pertemuan penting ini bisa saja diselenggarakan di luar agenda resmi KTT APEC.

GEGER! 3 Pemimpin Superpower Siap Guncang APEC?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

KTT APEC berikutnya dijadwalkan akan digelar di Shenzhen, Tiongkok, pada tanggal 18-19 November. Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat adalah tiga dari 21 negara anggota APEC, yang menjadikan forum ini sebagai latar belakang yang logis untuk pertemuan semacam itu, sekaligus platform untuk mendiskusikan isu-isu global krusial.

Namun, kepastian pertemuan ini masih diselimuti tanda tanya, terutama dari pihak Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa mereka belum dapat mengonfirmasi kehadiran Presiden Trump di KTT APEC, apalagi mengenai pertemuan trilateral yang dimaksud. "Saat ini kami belum memiliki pengumuman terkait kehadiran Presiden Trump di APEC," ujar Kelly, menjaga kerahasiaan rencana perjalanan presiden.

Potensi pertemuan antara Putin, Trump, dan Xi Jinping ini tentu akan menjadi sorotan global, mengingat peran sentral ketiga negara dalam dinamika politik, ekonomi, dan keamanan dunia. Kendati demikian, publik masih harus menunggu konfirmasi resmi untuk melihat apakah momen langka ini benar-benar akan terwujud dan bagaimana dampaknya terhadap lanskap geopolitik global.

Related Post