Redaksibengkulu.co.id mengabarkan bahwa PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), anak usaha Garuda Indonesia Group yang bergerak di bidang perawatan pesawat, membuat langkah strategis signifikan. Perusahaan ini berhasil menjalin kemitraan dengan empat perusahaan aviasi internasional dan satu domestik, serta mengamankan sejumlah proyek perawatan pesawat dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapore EXPO. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat dominasinya dan memperluas layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan Asia Pasifik yang terus berkembang.
Andi Fahrurrozi, Direktur Utama GMF, menegaskan bahwa serangkaian kesepakatan ini adalah bukti nyata kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF, sekaligus membuka gerbang pertumbuhan bisnis yang lebih luas. "Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas," ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

Kerja sama strategis pertama terjalin dengan FTAI Aviation Ltd. dari Amerika Serikat. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan bisnis perawatan mesin (engine) dan Auxiliary Power Unit (APU) di Asia Pasifik. Pada tahap awal, kerja sama mencakup mesin CFM56-5B dan CFM56-7B, serta APU seri GTCP131-9, dengan jaminan alokasi kapasitas bagi FTAI selama lima tahun ke depan.
Also Read
Tak hanya itu, GMFI juga merangkul PT VELA Prima Nusantara, perusahaan domestik, untuk pengembangan GMFI sebagai MRO Approved Facility bagi taksi terbang Vela Alpha. Kemitraan ini mencakup kesiapan fasilitas, peningkatan kompetensi teknis, serta dukungan pengembangan dan sertifikasi untuk pesawat Advanced Air Mobility yang menggunakan teknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan hybrid Vertical Take-Off and Landing (hVTOL) yang inovatif.
Dari Singapura, AerOne Techniques Pte Ltd. menjadi mitra GMFI dalam menjajaki potensi pengembangan Parts Manufacturer Approval (PMA). Inisiatif ini merupakan bagian dari eksplorasi pengembangan dan produksi komponen pesawat yang berpotensi memperluas pilihan suku cadang bagi maskapai sesuai kebutuhan pasar. Sementara itu, untuk memperkuat rantai pasok dan perdagangan material pesawat, GMFI menggandeng PDQ Aerospares dari Inggris. Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan dan jaringan bisnis aftermarket GMFI.
Melihat potensi pasar Asia Pasifik yang terus bertumbuh, Andi Fahrurrozi menambahkan, "Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO dan rekam jejak melayani pelanggan di kawasan ini, kami memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan kapabilitas dan memperluas kemitraan."
Selain kemitraan strategis, GMFI juga berhasil mengamankan sejumlah proyek perawatan pesawat dari berbagai maskapai di kawasan Asia Pasifik, meliputi:
- Thai VietJet: Proyek perawatan pesawat Airbus A320.
- Cebu Pacific: Proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 untuk periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR.
- AirZeta: Proyek perawatan Boeing B747-400 yang dijadwalkan pada 2027-2030.
- Air Navigator: Proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-2027.
- Japan Airlines: Penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Langkah-langkah ini menegaskan posisi GMFI sebagai pemain kunci di industri MRO global, siap mengukir jejak dominasi di langit Asia Pasifik.




