Redaksibengkulu.co.id – Sebuah langkah strategis diambil oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Raksasa telekomunikasi ini bersiap merelokasi sejumlah unit kerja internalnya dari Gedung Graha Merah Putih (GMP) di Jakarta. Pemindahan ini menyusul rencana pemanfaatan gedung ikonik tersebut oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui skema bisnis ke bisnis (B2B).
Unit-unit yang terdampak relokasi ini mencakup berbagai direktorat kunci, antara lain Direktorat Finance & Risk Management, Direktorat Wholesale & International Business, Direktorat Human Capital Management, Direktorat IT Digital, Direktorat Enterprise & Business Service, serta Direktorat Network. Tak hanya itu, sejumlah anak perusahaan dan entitas asosiasi terkait juga akan turut serta dalam pemindahan ini.

Sebagai tujuan relokasi, Telkom akan mengoptimalkan aset-aset gedung miliknya sendiri di wilayah Jabodetabek, termasuk Telkom Landmark Tower dan beberapa gedung Witel Telkom.
Also Read
SVP Corporate Secretary Telkom Indonesia, Edie Kurniawan, menjelaskan bahwa proses relokasi masih dalam tahap pembahasan intensif. "Lokasi tujuan pemindahan adalah dengan mengoptimalkan aset gedung TELKOM, antara lain gedung Telkom Landmark Tower dan gedung Witel TELKOM di area Jabodetabek," ujar Edie, seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia pada Jumat (11/9/2026).
Meskipun demikian, Edie menegaskan bahwa belum ada nilai pasti terkait biaya relokasi besar-besaran ini. Ia juga menekankan bahwa rencana pemindahan ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap operasional perseroan. "Identifikasi dampak terhadap kegiatan operasional Perseroan masih dalam proses analisa, mengingat proses kerjasama masih dalam tahap diskusi & identifikasi kebutuhan relokasi dan penjajakan skema kerjasama yang akan disepakati," tambahnya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, sebelumnya telah menyampaikan bahwa skema bisnis ini merupakan bagian integral dari strategi ‘leveraging asset’ perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan aset properti sekaligus membuka peluang pendapatan baru, khususnya dari sektor konektivitas digital.
"Bagi Telkom Group, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki," tutur Dian dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026). Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses dijalankan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).
Langkah ini menunjukkan komitmen Telkom dalam mengelola aset secara efisien dan adaptif terhadap peluang bisnis baru di era digital.




