UKM Indonesia Bikin Kejutan: Omzet Melejit 64%!

Author Image

Hadi Wibawa

12 September 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Di tengah gejolak ekonomi global dan dinamika pasar yang terus berubah, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia justru menunjukkan ketahanan luar biasa, bahkan mencatat pertumbuhan signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Data terbaru mengungkapkan, mayoritas pelaku UKM berhasil meningkatkan omzetnya, menjadi penopang utama perekonomian nasional yang resilien.

Hasil survei komprehensif Mandiri Business Survey yang digagas oleh Mandiri Institute terhadap 1.269 pelaku UKM di seluruh penjuru Indonesia pada periode Juni-Juli 2026, membeberkan fakta menarik. Sebanyak 64 persen responden melaporkan adanya kenaikan omzet sepanjang semester I 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 48 persen.

UKM Indonesia Bikin Kejutan: Omzet Melejit 64%!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Andre Simangunsong, Head of Mandiri Institute, menyoroti bahwa peningkatan proporsi UKM yang mencatatkan kenaikan omzet ini adalah indikator kuat kemampuan sektor tersebut dalam mempertahankan kinerja di tengah beragam tantangan. "Meluasnya peningkatan omzet ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha masih terjaga dengan baik. Pelaku UKM terus menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap perkembangan pasar demi menjaga keberlanjutan usahanya," jelas Andre dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Analisis lebih lanjut berdasarkan sektor usaha menunjukkan dominasi sektor pertanian, dengan 74 persen pelaku usahanya melaporkan kenaikan omzet tertinggi. Disusul ketat oleh sektor transportasi dan logistik, konstruksi, serta industri pengolahan, yang masing-masing mencatatkan proporsi kenaikan omzet sebesar 68 persen.

Perkembangan ini mengindikasikan bahwa penguatan kinerja UKM tidak semata-mata bergantung pada sektor yang berhubungan langsung dengan konsumsi masyarakat. Namun, juga ditopang kuat oleh sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung rantai pasok dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Andre menambahkan, kondisi positif ini menjadi modal berharga bagi pelaku UKM untuk menjaga momentum kinerja pada paruh kedua tahun 2026. Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem usaha dan dukungan berkelanjutan terhadap sektor-sektor produktif untuk memaksimalkan ruang pertumbuhan yang masih tersedia. "Kami melihat ruang pertumbuhan UKM masih sangat terbuka, terutama dengan dukungan ekosistem usaha yang semakin kuat. Penguatan sektor-sektor produktif juga krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus membuka peluang ekspansi ke depan," imbuhnya.

Memasuki semester II 2026, prospek pertumbuhan UKM diperkirakan tetap cerah, sejalan dengan proyeksi aktivitas ekonomi yang stabil. Bank Mandiri secara optimistis melihat bahwa peningkatan daya beli masyarakat, khususnya menjelang periode kuartal IV 2026, akan memberikan stimulus tambahan bagi pelaku usaha untuk menggenjot aktivitas bisnis mereka. Dengan demikian, penguatan permintaan domestik dan kesinambungan roda ekonomi menjadi faktor vital yang akan menopang kinerja UKM hingga akhir tahun.

Related Post