Redaksibengkulu.co.id melaporkan, PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi finansialnya kepada negara akan mencapai angka fantastis US$ 2,6 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 40 triliun, untuk tahun ini. Dana sebesar ini akan disalurkan melalui berbagai pos, meliputi pembayaran pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan beragam pungutan lainnya.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa estimasi tersebut didasarkan pada asumsi harga tembaga sebesar US$ 4,75 per pound dan emas US$ 4.000 per ounce. Menariknya, harga komoditas ini di pasar saat ini justru lebih tinggi, dengan tembaga di kisaran US$ 6,5 per pound dan emas sekitar US$ 4.500 per ounce. "Rencana penerimaan negara untuk tahun 2026 ini adalah US$ 2,6 miliar, atau sekitar Rp 40 triliun, yang berasal dari pajak, dividen, dan PNBP lainnya, dengan asumsi harga tembaga US$ 4,75 per pound dan emas US$ 4.000 per ounce," ungkap Tony dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Proyeksi kontribusi PTFI kepada negara diprediksi akan melonjak drastis pada tahun 2027, mencapai US$ 4,6 miliar. Peningkatan substansial ini didorong oleh akselerasi produksi perusahaan, khususnya berkat pemulihan penuh aktivitas pertambangan di Grasberg Block Cave (GBC). Tony Wenas merinci, produksi emas diperkirakan naik dari sekitar 700 ribu ounce (setara 21 ton) pada tahun 2026 menjadi 1 juta ounce (sekitar 31 ton) pada tahun 2027. Senada, produksi tembaga juga diproyeksikan meningkat signifikan, dari 800 juta pound menjadi 1,3 miliar pound dalam kurun waktu yang sama.
Also Read
Puncak kontribusi Freeport bagi kas negara diperkirakan akan terjadi mulai tahun 2028. Tony Wenas memproyeksikan, nilai setoran tahunan dapat menembus angka US$ 8 miliar, atau lebih dari Rp 120 triliun, dan akan berlanjut pada tahun 2029 serta tahun-tahun berikutnya. "Pada tahun 2028 dan 2029, serta seterusnya, penerimaan negara diperkirakan bisa mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 120 triliun lebih per tahunnya, dalam bentuk pajak, PNBP, dividen, dan pungutan-pungutan lainnya," tegas Tony, menggarisbawahi potensi besar dari operasional PTFI.




