Fantastis! Freeport Bidik 31 Ton Emas di 2027!

Author Image

Hadi Wibawa

16 September 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menetapkan target produksi emas yang fantastis untuk tahun 2027, memproyeksikan peningkatan drastis menjadi 31 ton. Angka ini melonjak signifikan dari estimasi 21 ton pada tahun 2026, menandai fase pemulihan krusial pasca insiden di area pertambangan Grasberg Block Cave (GBC).

Dalam keterangannya di hadapan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (15/9/2026), Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, merinci proyeksi produksi perusahaan. "Pada tahun 2026, kami memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas sekitar 700 ribu ounces, setara dengan 21 ton," ujar Tony. Ia menambahkan, "Namun, di tahun 2027, angka tersebut diproyeksikan melesat menjadi 1,3 miliar pound tembaga dan 1 juta ounces emas, atau sekitar 31 ton. Peningkatan signifikan ini sejalan dengan dimulainya kembali operasi Grasberg Block Caving (GBC) Production Block 1."

Fantastis! Freeport Bidik 31 Ton Emas di 2027!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ambisi PTFI tidak berhenti di tahun 2027. Untuk tahun 2028 dan seterusnya, perusahaan menargetkan produksi emas mencapai puncaknya di angka 1,3 juta ounces atau setara 39-40 ton, diiringi dengan produksi tembaga sebesar 1,6 miliar pound. Tony menegaskan bahwa lonjakan produksi ini merupakan buah dari upaya pemulihan pasca insiden longsoran material basah yang terjadi pada September 2025, yang sempat menekan kapasitas produksi di tahun 2026.

Proses pemulihan juga tercermin dari volume penambangan bijih. Saat ini, PTFI memproyeksikan penambangan sekitar 124 ribu ton bijih per hari, yang baru mencapai 65% dari kapasitas normal perusahaan sekitar 200 ribu ton bijih per hari. Namun, optimisme terpancar dengan target peningkatan volume penambangan menjadi 170 ribu ton bijih per hari pada tahun 2027, dan diproyeksikan mendekati kapasitas penuh pada tahun 2028 dengan angka sekitar 208 ribu ton bijih per hari.

Dampak positif dari pemulihan produksi ini juga merambah ke operasional smelter Manyar milik Freeport di Gresik. Smelter ini sempat terhenti akibat longsor, karena pasokan konsentrat yang terbatas hanya mampu memenuhi kebutuhan PT Smelting. Tony Wenas menjelaskan, "Baru pada bulan Agustus lalu, proses feeding ke smelter baru Freeport Indonesia mulai berjalan, dan di bulan September ini kami sudah bisa memproduksi sekitar 5 ribu ton katoda tembaga. Target kami di bulan Oktober adalah mencapai 35 ribu ton katoda tembaga dari smelter baru ini."

Dengan berbagai langkah strategis dan pemulihan operasional yang terus berjalan, PTFI optimis dapat mencapai target produksi yang ambisius, sekaligus berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

Related Post