Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Perum Bulog mencatatkan kinerja gemilang dengan berhasil menyerap beras dari petani hingga menembus angka 4 juta ton. Pencapaian fantastis ini, yang diumumkan pada Jumat (25/9/2026), tidak hanya memenuhi target pemerintah, tetapi juga melampauinya, menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan nasional dan menopang kesejahteraan petani.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses penyerapan gabah dan beras masih terus berlangsung di berbagai wilayah, bahkan di Purworejo, Jawa Tengah, masih tersisa waktu sekitar tiga bulan untuk melanjutkan pembelian produksi petani. "Ini suatu yang membanggakan kami karena capaian ini masih ada tiga bulan ke depan," ujar Ahmad, sebagaimana dikutip.

Penyerapan masif ini, lanjut Ahmad, merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres). Berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2026, target serapan Bulog ditetapkan sebesar 4 juta ton, dan realisasi saat ini telah mencapai 100% dari target tersebut.
Also Read
Meski telah mencapai target yang ditetapkan, Ahmad menegaskan bahwa Bulog tidak akan berhenti. "Arahan Pak Presiden juga diperintahkan untuk tetap menyerap gabah petani walaupun sudah mencapai 100 persen dari tugas yang diberikan sesuai dengan Inpres kemarin," imbuhnya. Bulog berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya dapat memperkuat ketersediaan cadangan pangan pemerintah (CPP), tetapi juga memberikan kepastian pasar yang stabil dan menguntungkan bagi para petani di seluruh Indonesia, sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.




