500 Ribu Ha Rawa Jadi Sawah, Pangan Aman!

Author Image

Hadi Wibawa

25 Oktober 2026, 20:25 WIB

JAKARTA – Melansir laporan redaksibengkulu.co.id, Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah masif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekspansi lahan pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa saat ini sedang berlangsung proyek penggarapan 500 ribu hektare lahan sawah baru yang bersumber dari lahan rawa mineral.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan yang digelar tengah pekan lalu, Amran memaparkan rencana besar pemerintah yang menargetkan penyediaan lahan seluas 2 juta hektare. Namun, sebagai langkah strategis awal, pemerintah baru akan mengeksekusi seperempat dari total target tersebut pada tahap pertama.

500 Ribu Ha Rawa Jadi Sawah, Pangan Aman!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami sudah menyiapkan peta untuk 2 juta hektare lahan guna mencukupi kebutuhan pangan bagi 500 juta penduduk Indonesia di masa depan. Untuk tahap awal, kami telah berkoordinasi dengan TNI dan Kementerian Pertahanan untuk menggarap 500 ribu hektare," ujar Amran sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/10/2026).

Menariknya, Amran menegaskan bahwa pengembangan lahan ini tidak akan mengorbankan kawasan hutan, terutama hutan gambut yang sangat sensitif terhadap lingkungan. Alih-alih melakukan deforestasi, pemerintah memilih untuk mengoptimalkan lahan rawa mineral yang tersedia.

"Kami tidak membuka lahan hutan, Bapak Presiden. Ini adalah lahan rawa mineral, bukan lahan gambut," tegas Amran saat meyakinkan Presiden Prabowo Subianto mengenai komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Terkait jenis tanaman yang akan dibudidayakan, Amran menjelaskan bahwa fleksibilitas lahan ini memungkinkan penanaman berbagai komoditas pangan sesuai dengan kebutuhan pasar dan stok nasional. Meski demikian, fokus utama saat ini adalah pada produksi beras untuk menekan angka impor.

"Fokus utama kami adalah beras. Namun, ke depannya lahan ini juga bisa digunakan untuk jagung, kedelai, atau komoditas pangan lainnya yang sedang mengalami defisit. Intinya, lahannya sudah kami siapkan untuk menutupi kekurangan pangan kita," pungkasnya.

Related Post