JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait gelombang keluhan nasabah yang mengalami kendala saat melakukan transaksi, termasuk kesulitan dalam menarik uang tunai. Keluhan yang sempat viral di berbagai platform media sosial tersebut memicu perhatian publik terhadap stabilitas layanan perbankan tersebut.
Menanggapi situasi ini, Direktur Kepatuhan BABP, Tiolina Tumanggor, menjelaskan bahwa pihak bank saat ini sedang dalam proses pemulihan layanan digital. Perseroan tengah melakukan langkah-langkah mitigasi secara intensif guna memastikan seluruh sistem transaksi dapat kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat.

"Kami mengklarifikasi bahwa saat ini proses pemulihan layanan transaksi digital perseroan sedang berlangsung," ujar Tiolina sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (4/11/2026).
Also Read
Tiolina juga menambahkan bahwa dampak dari kendala ini hanya bersifat operasional, yakni meningkatnya antrean di kantor cabang maupun lonjakan panggilan ke layanan call center. Ia menegaskan bahwa gangguan ini tidak memberikan dampak negatif yang bersifat material terhadap kondisi kesehatan keuangan Bank MNC.
Sebagai solusi sementara, pihak bank menyarankan nasabah yang ingin melakukan penarikan tunai atau pengecekan saldo untuk memanfaatkan jaringan ATM MNC Bank yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, nasabah dapat mendatangi kantor cabang terdekat pada jam operasional atau menghubungi layanan Call Center di nomor 1500188 untuk informasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah melakukan pemantauan khusus terhadap operasional Bank MNC. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bank tersebut mampu menangani kendala teknis yang terjadi dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pengawasan perbankan dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis risiko. OJK tengah mengevaluasi kondisi Bank MNC guna mendeteksi potensi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas industri perbankan nasional.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi. Pastikan untuk selalu merujuk pada saluran komunikasi resmi bank untuk mendapatkan informasi terkini mengenai penyelesaian kendala transaksi tersebut," tegas sosok yang akrab disapa Kiki ini dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.




